Home Bisnis Cara Sukses Ternak Ayam Kampung

Cara Sukses Ternak Ayam Kampung

by admin

Ayam kampung menjadi favorit banyak orang karena dagingnya yang lebih enak daripada ayam negeri atau yang sering kita kenal dengan ayam broiler. Meskipun dagingnya alot dan lebih kecil namun ayam kampung diklaim lebih sehat. Peminatnya semakin banyak begitu juga dengan permintaan pasar terhadap ayam kampung ini semakin meningkat. Ini bisa dijadikan peluang usaha yang menggiurkan yaitu dengan cara ternak ayam kampung.

Ternak ayam kampung tergolong mudah dan tidak membutuhkan modal awal yang banyak. Dan jika serius menekuni usaha ini, keuntungan yang akan kita dapatkan bisa sangat menjanjikan. Namun kita harus tetap berhati-hati dan mempelajari tahapan-tahapan pemeliharaan ayam kampung dengan teliti. Untuk itu, ikuti cara berikut ini agar bisa sukses ternak ayam kampung. 

  • Pemilihan jenis kandang

Ketika ingin memulai usaha ternak ayam kampung, langkah pertama tentukanlah jenis kandangnya. Terdapat tiga jenis kandang yang bisa digunakan untuk ternak ayam kampung, yaitu sebagai berikut :

  • Sistem ren

Kandang ayam dengan sistem ren ini mempunyai dua bagian, yakni bagian untuk pengumbaran berupa halaman yang diberi pagar dan tempat berteduh ayam. Biasanya ketika siang hari, ayam akan diumbar pada halaman pengumbaran. Jika mempunyai lahan yang luas, jenis kandang ini sangat cocok jadi pilihan.

  • Postal

Berbeda dengan sistem ren, kandang postal ini tidak terdapat bagian pengumbaran sehingga ayam hanya akan ada di dalam kandang. Kandang postal ada 2 macam yaitu litter dan panggung.

Postal litter yaitu kandang yang lantainya berasal dari tanah liat dilapisi sekam dan kapur. Tanah liat ini bisa membuat kotoran ayam mudah terserap. 

Postal panggung yaitu kandang yang menyerupai panggung dibuat setinggi 2 meter dengan lantai yang berlubang. Tujuannya agar kotoran ayam tertampung di bagian bawah kandang sehingga tidak terinjak oleh ayam sendiri. 

  • Baterai

Kandang ini biasa digunakan oleh peternak ayam yang ingin memanen telur ayam. Lantai pada kandang baterai dibuat miring ke depan fungsinya agar telur yang dihasilkan langsung bergelinding ke depan untuk menghindari telur terinjak oleh induk ayam. 

  • Tentukan fokus usahanya

Kita harus menentukan terlebih dahulu apakah mau fokus usaha ayam petelur atau ayam pedaging. Sehingga nantinya kita bisa memilih DOC atau bibit ayam kampung mana yang sesuai dengan fokus usaha kita. 

Masing-masing DOC, baik itu untuk petelur maupun pedaging memiliki perbedaan cara pemeliharaannya. Jika ingin fokus kedua-duanya, maka kita bisa pisahkan antara bibit petelur dan bibit pedaging sehingga pemeliharaannya pun tidak akan tertukar.

  • Pengadaan anak ayam

Langkah selanjutnya yang mesti dilakukan yaitu membeli anak ayam yang baru menetas atau biasa disebut DOC (Day Old Chicken). Membeli anak ayam jauh lebih efektif daripada menetaskan telur ayam kampung karena kita harus membeli indukan ayam dan menunggunya menetaskan telur. Dari segi waktu jauh lebih lama dan harus memiliki mesin penetas telur untuk hasil yang maksimal.

Sebelum membeli DOC ada baiknya pertimbangkan dulu jumlah DOC yang akan dibeli dengan besarnya kandang yang dimiliki. Selain itu, pastikan modal kita cukup karena semakin banyak DOC yang dibeli, pakan yang harus dibeli juga semakin banyak. 

  • Memberi pakan tepat waktu dan bernutrisi

Faktor paling krusial agar beternak ayam kampung bisa sukses yaitu bagaimana pemberian pakannya. Jika tidak dilakukan dengan benar, ayam yang dihasilkan tidak bagus bahkan bisa berujung mati.

Pakan yang baik itu ada kadar protein yang tinggi dalam kandungannya. Kita bisa gunakan sentrat yang mudah ditemui di pasar. Pakan ayam yang berkualitas juga bisa didapatkan dari ampas tahu, jagung, limbah kedelai, dan lain-lain yang dicampurkan dengan bekatul. 

Dari segi waktu pemberian pakannya yaitu dilakukan 3x dalam sehari (pagi, siang, sore). Pastikan jangan sampai terlambat karena bisa berakibat pada terjadinya kanibalisme antar sesama ayam.

  • Memilih waktu yang tepat untuk mulai beternak

Waktu yang tepat untuk mulai beternak yaitu saat memasuki musim kemarau agar pemeliharaannya jauh lebih mudah. Apabila saat masuk musim penghujan atau musim pancaroba maka dikhawatirkan berbagai penyakit akan mudah menyerang DOC dan bisa menyebabkan kematian. 

  • Mulai dengan tahapan termudah 

Jika baru mau memulai usaha ternak ayam kampung, baiknya gunakan tahapan yang paling mudah untuk meminimalisir kegagalan dan kerugian. Untuk yang memulai dengan ayam pedaging, cara paling mudah yaitu membeli DOC dan mengembangbiakannya. Waktu yang dibutuhkan sampai ayam siap panen yaitu kurang lebih 2,5 bulan. Sedangkan untuk ayam petelur, baiknya dimulai dengan membeli dara ayam petelur yang usianya berkisar 4-5 bulan. Telur siap dipanen dalam waktu yang sangat singkat yaitu 1 sampai 2 bulan saja. 

You may also like