Home Perencanaan Cara Perhitungan PPh 21 Pegawai Tidak Tetap

Cara Perhitungan PPh 21 Pegawai Tidak Tetap

by Mas Abadi
perhitungan PPH

Tingkat atau status pekerjaan seseorang akan mempengaruhi pajak yang akan dibayarkan. Pada tahap ini, apabila Anda berstatus sebagai karyawan tetap, maka proses pembayarannya akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan tidak tetap. Oleh karena itu, proses perhitungannya pun tidak bisa disamakan dan tentu ada perbedaan. 

Berdasarkan pada aturan DJP Nomor PER-16/PJ/2016 menjelaskan apabila pegawai tetap atau pekerja lepas adalah pegawai yang mendapatkan penghasilan dari perhitungan jumlah hari bekerja, unit pekerjaan yang dihasilkan, dan jenis pekerjaan yang diberikan oleh pemberi kerja tersebut. Nah, Bagaimana proses perhitungan pajaknya? Simak yuk ulasan lengkapnya. 

Jenis Upah Pegawai Tidak Tetap 

Pada dasarnya pegawai tidak tetap itu akan mendapatkan sumber penghasilannya berdasarkan pada upah harian atau imbalan mingguan atau berdasarkan pada upah borongan. Pada proses satu ini ada beberapa pilihan upah yang didapatkan oleh pekerja tidak tetap, yaitu :

  • Upah Harian 

Jenis ini Anda akan mendapatkan penghasilan atau upah pekerjaan yang dilakukan akan dibayarkan secara harian. 

  • Upah Mingguan 

Upah atau gaji yang akan didapatkan oleh karyawan dalam kurun waktu satu minggu bekerja dan gajinya akan diberikan secara menyeluruh. 

  • Upah Satuan 

Pada proses satu ini mengenai upah yang akan didapatkan berdasarkan pada jumlah unit dari pekerjaan yang akan dihasilkan. 

  • Upah Borongan 

Proses upah yang akan diperoleh dari karyawan yang ditentukan pada proses yang selesai pada kurun atau periode tertentu. 

Ketentuan PPh 21 Pegawai Tidak Tetap

  1. Ada beberapa daftar yang didapatkan mengenai ketentuan PPh 21 pegawai tidak tetap atau PKWT yang bisa Anda lihat, simak penjelasan lengkapnya. 
  2. Untuk penghasilan yang didapatkan tidak lebih dari 300 ribu perhari, maka karyawan tidak berhak untuk mendapatkan pemotongan dari PPh 21. 
  3. Jika penghasilan karyawan atau pegawai tidak tetap telah mencapai 450 ribu per harinya, maka akan mendapatkan atau dikenakan pemotongan PPh 21. Prosesnya akan dilakukan berdasarkan dari proses pengurangan dari penghasilan bruto. 
  4. Untuk karyawan yang tidak stabil atau tetap dalam mendapatkan penghasilan dalam setiap bulannya dari hasil kumulatif sebesar 4,5 juta rupiah selama sebulan, maka jumlah yang ada akan dikurangi oleh penghasilan bruto. 
  5. Mengenai rata-rata penghasilannya dari karyawan atau pegawai tidak tetap tersebut dari upah mingguan, upah satuan, dan upah borongan yang dilakukan setiap harinya. 
  6. PTKP yang sebenarnya berdasarkan pada jumlah hari bekerja
  7. PTKP yang dijadikan penetapan PTKP berdasarkan pada PTKP per tahun yang akan dibagi penghasilan mencapai 54 juta rupiah yang dibagi dengan 360 hari. 

Jika karyawan tersebut telah mengikuti program jaminan hari tua, maka proses iurannya akan dikurangi dari pendapatan atau penghasilan bruto yang didapatkan. 

Meskipun dalam perhitungannya mempunyai perbedaan, tetapi pada prosesnya sendiri masih berdasarkan pada ketentuan PPh pasal 21. 

Ketentuan Menteri Keuangan 

Berdasarkan pada keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 102/ PMK.010/2016 menjelaskan mengenai bagian dari penghasilan pekerjaan pegawai harian, mingguan, dan penghasilan tidak tetap lainnya yang tidak dikenakan pemotongan sebagai berikut :

  1. PPh 21 tidak akan berlaku untuk pekerja atau pegawai tidak tetap yang penghasilan seharinya tidak mencapai 450.000 per harinya. 
  2. Ketentuan Tidak Kena Pajak Tidak Berlaku, diantaranya :
  • Penghasilan bruto yang didapatkan jumlahnya lebih dari 4,5 juta rupiah setiap bulannya. 
  • Penghasilan yang didapatkan dibayar bulanan
  • Penghasilan yang didapatkan sebagai honorarium
  • Penghasilan yang diberikan kepada penjaja barang dan petuga yang luar asuransi. 

Proses Perhitungan PPh 21 Karyawan Tidak Tetap

Untuk Anda yang penasaran mengenai proses perhitungan terkait PPh 21, maka ada beberapa ketentuan yang bisa Anda lakukan. Dalam tahap ini, prosesnya sendiri bisa Anda lakukan dengan melihat proses pendapatan yang Anda terima setiap hari atau sesuai dengan ketentuan yang ada dan dijelaskan sebelumnya tersebut. 

Misalnya, penghasilan Anda bekerja pada PT atau perusahaan tertentu dengan status karyawan tidak tetap, tetapi penghasilan setiap harinya mencapai 650 ribu rupiah. Untuk proses menghitungnya sendiri sangat mudah untuk dilakukan, caranya sebagai berikut

  • Upah keseharian, dalam tahap ini 450 ribu rupiah : 650 ribu rupiah = 200 ribu rupiah. 
  • PPh 21 harian ; 5% x 200 ribu rupiah = 10 ribu rupiah. 

Nah, penjelasan mengenai pajak yang akan Anda keluarkan setiap harinya untuk pembayaran pajak adalah sebesar 10 ribu rupiah. Selanjutnya untuk perhitungan selama 7 hari bekerja, maka proses perhitungannya pun juga berbeda, sehingga harus melihat dari nominal yang ada dan untuk lebih mudahnya Anda bisa langsung ke kantor pajak untuk mendapatkan informasi terlengkap atau menggunakan kalkulator pajak untuk mendapatkan hasil perhitungan. 

Demikianlah penjelasan terkait pajak pegawai tidak tetap, semoga informasi yang ada dan dijelaskan tersebut dari memberikan manfaat dan pengetahuan kepada Anda kedepannya. 

 

You may also like