Home Tips Cara Mengisi SPT Tahunan, Jangan Telat Ada Dendanya

Cara Mengisi SPT Tahunan, Jangan Telat Ada Dendanya

by Greg Pascal
cara mengisi spt tahunan

Surat Pemberitahuan Tahunan atau SPT Tahunan adalah kewajiban dari wajib pajak yang harus diurus secara untuk PPh sebelum masa batas akhir pelaporan. Berikut cara mengisi SPT Tahunan agar Anda tidak telat dalam pengisiannya.

Ada beberapa cara untuk pengisian laporan SPT Pajak tahunan yakni yang pertama adalah secara online dan yang kedua adalah secara langsung ke kantor pajak. Untuk laporan secara langsung dapat antri dengan mengambil nomor antrian secara online.

Siapkan Sebelum Pengisian SPT Tahunan

Sebelum memulai cara mengisi SPT Tahunan, ada beberapa dokumen yang perlu Anda siapkan. Berikut daftar lengkapnya untuk Anda sesuai dengan status ketenagakerjaan dan jumlah penghasilan WPOP.

1. Untuk Formulir 1770 SS (Sangat Sederhana) atau 1770 S (Sederhana)

Bagi Anda yang menggunakan jenis formulir ini, maka anda harus mempersiapkan  Bukti potong 1721 A1 untuk pegawai swasta) atau Bukti potong 1721 A2 untuk Pegawai Negeri.

2. Untuk Formulir 1770

Persyaratan yang menggunakan jenis formulir ini adalah:

  1. Penghasilan lain di luar satu pemberi kerja
  2. Bukti potong 1721 A1/A2 apabila ada,
  3. Neraca dan laporan laba-rugi apabila menggunakan pembukuan
  4. Rekapitulasi bulanan peredaran bruto dan biaya apabila menggunakan norma

Selain itu, Anda juga wajib memiliki EFIN atau electronic filling identification number untuk melaporkan pajak melalui e-filling pajak. EFIN bisa digunakan sebagai identitas utama dalam administrasi perpajakan online. 

Apabila Anda belum memiliki EFIN, Anda bisa segera memprosesnya. Berikut cara pembuatannya.

  1. Isi Formulir
    Anda bisa mendapatkan formulir dengan mendatangi KPP secara langsung atau juga dengan cara mengunduh formulir dari situs resmi miliki DJP. Isi formulir dengan lengkap kecuali untuk kolom EFIN karena akan diisi oleh petugas KPP yang ada di kantor pajak.
  2. Siapkan Berkas
    Lengkapi juga berkas yang diperlukan sesuai dengan peruntukan wajib pajak. Setelah selesai, bawa formulir dan syarat yang dibutuhkan ke KPP
  3. Aktivasi EFIN
    Anda nantinya akan menerima kode EFIN dari petugas kantor pajak. Selanjutnya wajib pajak bisa melakukan aktivasi secara mandiri melalui situs resmi DJP atau penyedia jasa administrasi perpajakan lain yang menjadi mitra resmi DJP. 

cara mengisi spt tahunan

Cara Mengisi SPT Tahunan Secara Online

Cara yang bisa dilakukan untuk mengisi SPT Tahunan adalah secara online. Cara ini dipilih karena kita tidak perlu untuk datang ke kantor pajak sehingga lebih menghemat waktu dan juga tenaga. Berikut caranya:

  1. Pastikan Anda telah memiliki EFIN (nomor identitas digital) dan siapkan dokumen pendukung diatas 
  2. Kunjungi situs djponline.pajak.go.id kemudian klik “login” dengan menggunakan NPWP, kata sandi dan kode keamanan.  
  3. Setelah berhasil masuk, pilih layanan e-filling atau e form.
  4. Pilih SPT Tahunan 1770 S atau 1770 SS sesuai dengan formulir Anda
  5. Selanjutnya, pilih tahun pajak, kemudian pilih status SPT.
  6. Isi kolom sesuai dengan bukti potong yang ada, kemudian klik selanjutnya
  7. Isi jawaban dari pertanyaan yang muncul di layar.
  8. Pada halaman terakhir akan ada halaman persetujuan SPT tahunan yang sudah dilaporkan, apabila data sudah benar, pilih setuju.
  9. Laporan SPT Tahunan Anda sudah disimpan, kemudian pilih submit SPT.
  10. Selanjutnya cek email Anda. Anda atau sebagai wajib pajak akan menerima tanda bukti pelaporan lewat email mengenai nama WP, NPWP, status SPT, juga tanggal penyampaian. 

Sanksi dan Denda

Dengan cara lapor pajak online tersebut, Anda diharapkan untuk tidak terlambat. Pasalnya bila Anda terlambat untuk mengurus laporan SPT Tahunan Anda. Apabila terlambat, ada beberapa sanksi yang menanti. Berikut sanksi dan juga denda apabila Anda terlambat lapor SPT Tahunan.

1. Denda

Apabila Anda terlambat atau tidak melaporkan SPT Tahunan, wajib pajak perorangan bisa dikenai denda sebesar Rp. 100.000 sesuai dengan Pasal 7 UU KUP. Sedangkan untuk wajib pajak badan yang tak melapor SPT tahunan akan dikenai denda 1 juta rupiah.

2. Bunga

Anda juga dapat dikenakan bunga apabila SPT tahunan telah dilaporkan. Namun wajib pajak dengan kemauan sendiri meminta adanya pembetulan sesuai dengan Pasal 8 UU KUP. 

Dalam pasal tersebut disebutkan apabila pembetulan tersebut mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar, maka wajib pajak dikenai sanksi berupa bunga sebesar 2 persen per bulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar.

3. Pidana

Sebagai wajib pajak, Anda juga dapat dikenakan sanksi pidana sebagai upaya terakhir untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Hal tersebut diatur dalam Pasal 39 UU KUP apabila wajib pajak secara sengaja menghindari kewajibannya.

Bukan tanpa alasan mengapa pemerintah memberlakukan sanksi terhadap keterlambatan laporan SPT Tahunan. Hal itu bertujuan agar wajib pajak dapat memenuhi kewajiban mereka sehingga dana pajak yang masuk dapat segera disalurkan ke pemanfaatannya.

Itulah beberapa informasi mengenai pelaporan SPT Tahunan dan juga bagaimana cara mengisi SPT tahunan secara online yang lebih mudah. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda yang memang membutuhkan informasi seputar perpajakan. Jangan sampai terlambat ya.

You may also like