Home Tabungan Cara Menghitung Bunga Deposito Beserta Rumusnya

Cara Menghitung Bunga Deposito Beserta Rumusnya

by Mas Abadi
cara menghitung bunga deposito

Pasti sebagian dari Anda mengenal jenis tabungan deposito, di mana memang produk tabungan yang satu ini sering dikatakan sebagai investasi yang menjanjikan di masa depan. Hal ini sendiri karena deposito memang memberikan keuntungan dari suku bunga yang diberikan. Lalu bagaimana cara menghitung bunga deposito tersebut? Dalam artikel ini sendiri akan dibahas bagaimana caranya. 

Manfaat Tabungan deposito

Sebelum masuk ke dalam pembahasan perhitungan bunga deposito, ada baiknya mengetahui apa saja manfaat dari deposito ini. Karena dengan mengetahui manfaat dari deposito ini, maka Anda akan melihat seberapa pentingnya memiliki tabungan deposito. Berikut ini adalah manfaat dari deposito: 

  • Suku bunga besar 

Manfaat pertama yang bisa Anda dapatkan dari menabung dalam bentuk deposito adalah suku bunga yang cukup besar dibandingkan dengan jenis tabungan lainnya. Setiap bank sendiri menetapkan suku bunga yang berbeda-beda, di mana biasanya berkisar antara 3% hinga 5%. Sehingga pada saat deposito jatuh tempo, maka Anda akan mendapatkan keuntungan yang sekiranya lebih besar. 

  • Aman 

Ketika Anda memilih menabung deposito, maka Anda tidak perlu khawatir lagi karena dana yang tersimpan sudah pasti lebih aman. Nasabah yang menyimpan uang dalam bentuk deposito sendiri akan dijamin oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan. Tapi perlu diperhatikan bahwa LPS menetapkan aturan bahwa dana yang dijamin maksimal 2 milyar saja, sehingga jika lebih dari itu maka LPS tidak dapat menjamin dana yang ditabungkan. 

  • Tidak ada administrasi 

Keuntungan lagi yang akan Anda dapatkan ketika menabung dalam bentuk deposito adalah tidak ada biaya administrasi yang ditetapkan. Sehingga Anda tidak perlu khawatir akan dana yang terpotong. Sebagai contoh, jika Anda mendepositokan 5 juta rupiah, maka dana tersebut akan utuh diterima pada saat jatuh tempo. 

  • Bisa dijadikan jaminan 

Deposito juga bisa menjadi jaminan ketika Anda ingin meminjam sejumlah dana di bank. Tapi, perlu diingat bahwa tidak semua bank menerima deposito sebagai jaminan pinjaman. Pengajuan pinjaman dengan jaminan deposito sendiri bisa langsung ditanyakan kepada bank yang bersangkutan, karena setiap bank mempunyai syarat dan ketentuan yang berbeda. 

  • Termasuk tabungan berjangka 

Seperti yang sudah disinggung beberapa kali, bahwa deposito sendiri adalah tabungan yang memiliki jangka waktu. Anda bisa mendepositokan sejumlah dana, maka ada maksimal waktu yang bisa nasabah pilih. Jangka waktu deposito sendiri dimulai dari 3 bulan, 6 bulan hingga 24 bulan. Tapi, perlu Anda perhatikan bahwa dana deposito ini sendiri tidak bisa diambil sebelum masa jatuh tempo. Jika Anda ingin mengambilnya, maka ada biaya pinalti yang harus Anda bayarkan. 

  • Dapat diperpanjang 

Walaupun deposito ini memiliki jangka waktu, tapi Anda dapat memperpanjangnya. Jika pada awalnya Anda mendepositokan uang dengan jangka waktu 1 tahun, maka Anda bisa memperpanjangnya dengan waktu yang sama. Tentu saja ini menjadi salah satu kemudahan yang akan diterima masyarakat agar bisa menabung deposito dengan lebih mudah. 

  • Resiko terbilang rendah 

Walaupun deposito adalah produk tabungan, tapi deposito sendiri juga dapat menjadi investasi jangka panjang. Di mana investasi dengan cara menabung deposito memiliki resiko yang rendah dibandingkan dengan jenis investasi lain seperti saham ataupun valuta asing. Sehingga tidak heran jika banyak sekali masyarakat yang memilih deposito sebagai tabungan masa depan. 

Itulah beberapa manfaat dari deposito yang bisa Anda terima. Di mana sudah jelas bahwa deposito menjadi salah satu jenis tabungan yang sekiranya bisa menjadi investasi di masa depan. Tapi Anda perlu tahu bahwa pendapatan dari deposito atau bunganya akan dikenai pajak sebesar 20%.

Cara Menghitung Bunga Deposito 

cara menghitung bunga deposito

Lalu bagaimana cara untuk menghitung bunga deposito? Untuk menghitunganya sendiri Anda harus mengetahui rumus yang digunakan. Berikut ini penjelasannya. 

Rumus hasil bunga deposito: setoran awal x suku bunga x (jangka waktu *dalam hitungan hari*/365)

Pajak bunga deposito : hasil bunga deposito x 20% 

Pendapatan bersih bunga deposito : hasil bunga deposito – pajak bunga deposito

Dari rumus diatas maka Anda akan menemukan berapa hasil pendapatan yang diterima ketika deposito sudah jatuh tempo. Namun, untuk lebih jelas lagi tentang cara menghitungnya, Anda bisa melihat contoh soal di bawah ini. 

Pak Bambang mendepositokan dana sebesar 200 juta rupiah dengan masa tenor 6 bulan dan suku bunganya adalah 6 persen. Sehingga berapa total pendapatan bunga deposito yang didapatkan pak Bambang?

Hasil Bunga Deposito: Rp. 200.000.000 x 6% x (180/365) = Rp. 5.917.808,- 

Pajak bunga deposito: Rp. 5.917.808 x 20% = Rp. 1.183.561,- 

Maka pendapatan bersih bunga deposito yang akan diterima pak Bambang: 

Rp. 5.917.808 – Rp. 1.183.561 = Rp 4.733.247,- 

Demikianlah penjelasan cara menghitung bunga deposito, di mana Anda bisa melakukan perhitungan sendiri di rumah ketika ingin mendepositokan sebagian uang yang Anda miliki.

You may also like