Home Tips Cara Membagi Uang Gaji Bulanan Ke Pos-Pos Pengeluaran

Cara Membagi Uang Gaji Bulanan Ke Pos-Pos Pengeluaran

by Mas Abadi
mengelola keuangan

Sering merasa gaji bulanan cepat habis? Jika iya mungkin ada yang salah dengan cara Anda mengatur pengeluaran. Tak sedikit orang merasakan hal yang sama, belum sampai tanggal gajian lagi tapi saldo di rekening bank sudah menipis. Agar selalu cukup, tentu Anda harus belajar mengatur gaji bulanan ke pos-pos pengeluaran. Anda perlu melakukannya dengan cermat agar tidak tergoda hutang, apalagi untuk kebutuhan sekunder yang kurang penting. Silahkan ikuti langka-langkah berikut ini.

1.      Membuat Persentase Pembagian Gaji

Salah satu contoh alokasi gaji bulanan yang banyak disarankan para perencana keuangan adalah sebagai berikut:

  •       Makan 12%
  •       Transportasi 10%
  •       Tabungan 4%
  •       Asuransi 7%
  •       Pajak 16%
  •       Hiburan 4%
  •       Barang lain 11%
  •       Rumah 20%
  •       Keperluan 6%
  •       Masa pensiun 10%

Kalau secara umum, Anda perlu mengalokasikan gaji bulanan sekitar 50% untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Misalnya untuk keperluan makan, transportasi, tempat tinggal, listrik dan air. Kalau punya hutang dan cicilan bisa menggunakan 30%-nya, sisanya 20% bisa untuk pegangan harian dan tabungan.

2.      Menggunakan Formula 40-30-20-10

Kalau uang gaji Anda tidak cocok dengan persentase pembagian di atas, maka ada cara lain yakni menggunakan formula 40-30-20-10. Berikut ini detailnya:

  •       Mengalokasikan 40% gaji untuk biaya hidup.
  •       Mengalokasikan 30% gaji untuk melunasi hutang dan cicilan.
  •       Mengalokasikan 20% gaji kedalam tabungan.
  •       Mengalokasikan 10% gaji untuk hiburan.

Jangan habiskan semua gaji untuk kebutuhan pribadi saja, Anda bisa menggunakannya sedikit untuk kegiatan sosial, sedekah, dan sebagainya. Untuk tabungan dan simpanan, jumlahnya bisa ditambah kalau ingin mempersiapkan kehidupan lebih baik setelah tidak bekerja. Anda juga bisa menggunakan uang gaji untuk berinvestasi.

3.      Mencatat Pengeluaran Sehari-hari

Mulai dari pengeluaran pokok maupun darurat hingga pengeluaran yang sifatnya kecil harus selalu dicatat. Lakukan ini setelah Anda membagi gaji bulanan, tujuannya adalah untuk mengetahui jenis-jenis pengeluaran yang tak begitu diperlukan. Cara ini cukup membantu dalam mengetahui persentase pengeluaran ideal. Kalau menggunakan pembagian skala poin pertama, maka pengeluaran Anda tidak boleh lebih dari jumlah yang sudah ditentukan.

4.      Mengetahui Kebutuhan dan Keinginan

Salah satu faktor penyebab seseorang terjebak dalam hutang adalah karena dirinya tak mampu membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Nah, coba sekarang perhatikan jumlah tagihan yang harus dibayar setiap bulan. Apakah nominalnya semakin besar? Kalau iya Anda harus segera memperhatikannya. Kalau bisa tekan tagihan hutang agar jumlah alokasi biaya hidup lebih besar. Cari tahu apa yang menjadi kebutuhan Anda dan apa yang sekedar keinginan saja. Belajarlah menahan diri untuk tidak membelanjakan uang karena lapar mata. Di sinilah pentingnya mengatur uang gaji bulanan.

5.      Membuat Rekening Baru Khusus Tabungan

Solusi cara mengelola gaji bulanan secara bijaksana adalah membuat 2 rekening tabungan. Cara ini terbukti membantu Anda yang sedang mengalami kesulitan karena bingung membagi gaji bulanan sesuai pos-pos pengeluaran. Untuk keperluan sehari-hari Anda bisa menggunakan rekening yang biasa dipakai, dan rekening satunya khusus untuk tabungan. Kalau bisa rekening baru sebaiknya tidak menggunakan kartu ATM agar Anda tidak tergoda untuk menggunakan uang tabungan.

6.      Mencari Pendapatan Sampingan

Merasa gaji terlalu pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan keinginan? Solusi masalah tersebut adalah mencari penghasilan tambahan. Cara ini sangat membantu Anda dalam menghindari hutang. Kalau Anda sehari-hari bekerja sebagai karyawan kantoran, maka sepulangnya bisa membuka bisnis paruh waktu. Untuk saat ini cukup banyak peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk mencari tambahan biaya hidup. Misalnya jadi reseller atau dropshipper, marketing freelance perusahaan tertentu, membuka layanan jasa secara online, dan sebagainya. Anda juga bisa mencari pekerjaan tambahan dari situs-situs freelance.   

7.      Menetapkan Pengeluaran Mingguan

Menetapkan jumlah pengeluaran mingguan merupakan cara membagi gaji bulanan yang benar. Misal gaji yang disiapkan untuk kebutuhan pokok sebulan ada sebanyak 2,5 juta. Berarti setiap minggunya Anda hanya boleh membawa uang 500-600 ribu saja di kantong. Kalau sisa sebaiknya simpan dalam tabungan, jangan dipakai belanja barang konsumtif. Anda bisa lebih berhemat dengan membatasi diri sendiri. Utamakan bertransaksi dengan uang tunai, dan hindari penggunaan kartu debit/kredit.

8.      Utamakan Menabung Daripada Kredit Barang

Kalau ingin beli barang, lebih baik Anda bersabar dan menabung terlebih dahulu. Hindari membeli barang dengan cara kredit atau dicicil setiap bulan. Cara ini tidak disarankan karena dapat membuat gaji Anda terkuras. Jangan tergoda dengan layanan pay later, tetap utamakan menabung daripada kredit barang.

Demikian tips dan cara membagi uang gaji bulanan agar selalu cukup. Saat menerima gaji, silahkan ambil dan bagi sesuai dengan persentase yang sudah dibahas tadi. Tips tambahan yang penting dilakukan adalah tidak menunda-nunda pembagian gaji sampai berhari-hari. Semoga berhasil, ya.

 

You may also like