Home keuangan Cara Cek Aplikasi Pinjol Tanpa Izin OJK Terbaru 2023

Cara Cek Aplikasi Pinjol Tanpa Izin OJK Terbaru 2023

by admin
Simak cara cek aplikasi pinjaman online (pinjol) tanpa izin OJK tahun 2023. (UNSPLASH/Josefa nDiaz)

EduFinansial – Penyedia layanan fintech lending atau peer-to-peer lending alias pinjaman online tidak hanya melalui aplikasi yang dapat diunduh di Android dan/atau iOS. Namun, beberapa layanan pinjaman online alias pinjol juga menyediakan layanan mereka melalui laman website, seperti Boost milik PT Creative Mobile Adventure. Sementara pinjol lainnya seperti Danamas, investree, Finmas, KlikA2C, PinjamanGo, Julo, Kredivo, SPinjam Shopee, LazBon Lazada, dan sebagainya juga dapat diakses melalui ponsel lewat aplikasi unduhan.

Kendati nama-nama di atas termasuk ke dalam daftar layanan pinjol baik yang melalui aplikasi dan website legal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menjadi lembaga independen untuk mengawasi dan mengatur layanan fintech lending masih melaporkan adanya pinjol-pinjol ilegal dan tak berizin. Melalui laman resmi OJK, per 9 Maret 2023 setidaknya terdapat 102 perusahaan fintech lending legal dan berizin dan sejumlah 132 layanan pinjol ilegal yang terlapor. Jumlah 132 layanan pinjaman online ilegal tersebut dilaporkan dalam durasi 1 Januari sampai 9 Maret 2023.

Bahaya pinjol ilegal

Layanan pinjaman online ilegal menyediakan berbagai bahaya yang wajib diwaspadai oleh calon konsumen layanan kredit digital tersebut.

Beberapa bahaya dari layanan pinjol ilegal di antaranya yaitu bunga pinjaman dan denda keterlambatan yang tinggi, ketidaksesuaian tanggal jatuh tempo pinjaman, hingga penagihan kasar kepada penerima pinjaman yang tak jarang disertai dengan ancaman. Kerugian terakhir tersebut berkaitan erat dengan permintaan akses data pribadi yang diminta pihak oknum pinjol ilegal kepada pengguna.

Aplikasi fintech lending ilegal akan meminta akses kepada seluruh pribadi yang ada di dalam ponsel atau HP pengguna. Data tersebut kemudian akan disalahgunakan untuk melakukan penagihan. Padahal, dalam peraturan resmi OJK, fintech lending yang terdaftar atau berizin hanya diizinkan mengakses kamera, mikrofon, dan lokasi pada ponsel pengguna.

Lebih lanjut, OJK sendiri tidak memiliki kewenangan dalam proses pinjam-meminjam maupun laporan dan/atau aduan yang berkaitan dengan layanan pinjaman online ilegal. Artinya, kerugian tersebut menjadi tanggung jawab pengguna sepenuhnya.

Bagaimana cara kenali pinjol ilegal?

Layanan fintech lending ilegal tak jarang memiliki penampilan maupun ciri yang sama dengan layanan pinjaman online resmi berizin OJK. Namun, beberapa hal dapat menjadi penanda bahwa sebuah perusahaan merupakan pemberi jasa pinjol ilegal. Misalnya, dari regulator atau pengawasan. Layanan pinjaman online tidak memiliki regulator resmi, sementara fintech lending berizin berada di bawah pengawasan OJK.

Ciri lain yaitu dari penggambaran fisik fintech lending bersangkutan, mulai dari alamat kantor yang terkesan ditutupi, pengurus yang tidak memiliki standar pengalaman apapun, cenderung tidak menanyakan kepentingan dana yang dipinjam, meminta atau bahkan memaksa pelanggan memberikan data pribadi mereka, denda dan bunga pinjaman yang terlalu melambung, hingga tidak adanya layanan pengaduan konsumen.

Sederet ciri di atas menunjukan adanya kemungkinan bahwa layanan pinjol tersebut ilegal dan tidak memiliki izin dari OJK. Sementara itu, terdapat cara termudah untuk mengetahui apakah layanan pinjaman online tergolong aman atau tidak.

Cara cek pinjol ilegal terbaru 2023

Salah satu langkah termudah untuk mengetahui apakah layanan pinjaman online yang dituju ilegal atau tidak adalah dengan melakukan cek pribadi. Calon pengguna dapat langsung menuju ke laman resmi OJK bagian kanal IKBN lalu Fintech untuk mengetahui data layanan pinjaman online aman. Selain itu, pengguna dapat langsung mengecek platform penyedia fintech lending di laman website resmi AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) di afpi.or.id.***

You may also like