Home Perencanaan Biaya Cuci Darah di Rumah Sakit Jabodetabek

Biaya Cuci Darah di Rumah Sakit Jabodetabek

by Mas Abadi
biaya cuci darah

Cuci darah (hemodialis) adalah prosedur yang biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami gagal ginjal, hemodialis berfungsi sebagai pengganti ginjal yang sudah tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya. Biasanya biaya cuci darah ini tidaklah murah, semakin sering melalukan prosedur ini maka semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan.

Bagi pasien yang diharuskan menjalani prosedur cuci darah, prosedur ini akan sangat membantu dikarenakan dapat mengontrol tekanan darahnya dan juga menyeimbangkan kebutuhan mineral di dalam darah (natrium, kalsium dan kalium). Apabila tekanan darah dan kebutuhan mineral tidak seimbang maka akan membuat tubuh pasien menjadi tidak baik. 

Cuci darah wajib dilakukan oleh pasien yang menderita kerusakan pada ginjal, dimana fungsi ginjal mereka sudah tidak dapat bekerja sebagaimana seharusnya. Ginjal memiliki fungsi sebagai penyaring pada metabolisme tubuh, sebagai penyeimbang cairan tubuh dan pengendali sel darah merah. Jadi dapat dibayangkan apa yang terjadi jika ginjal tidak bekerja sesuai dengan fungsinya dan karena itu dengan melakukan cuci darah secara rutin para pasien dapat melakukan kegiatan sehari-harinya seperti biasa.

Gejala gagal ginjal

biaya cuci darah

Apakah gagal ginjal dapat dideteksi secara dini? Lalu apa saja gejala yang akan terlihat? Mari simak poin-poin yang umumnya terjadi jika seseorang diduga mengalami gagal ginjal.

  • Akan terjadi pembengkakan pada beberapa anggota tubuh, hal ini disebabkan oleh ginjal yang mulai kehilangan fungsinya untuk membuang kelebihan cairan di dalam tubuh.
  • Timbulnya gejala uremia, misalnya seperti mual, muntah, terasa gatal pada tubuh, nafsu makan menurun dan mudah lelah.
  • Meningkatnya kadar kalium (hiperkalemia) dan kadar asam (asidosis) di dalam darah.

Umumnya gagal ginjal dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut :

  • Terjadinya peradangan di pembuluh darah dan pada ginjal.
  • Pasien memiliki riwayat sakit diabetes.
  • Hipertensi atau darah tinggi.
  • Adanya ginjal polikistik atau kista pada ginjal.

Persiapan sebelum cuci darah

Setiap pasien yang ingin melakukan prosedur cuci darah, wajib memperhatikan beberapa hal berikut ini :

  • Informasikan kepada dokter apabila memiliki riwayat penyakit selain gagal ginjal.
  • Perbanyak konsumsi protein.
  • Batasi asupan yang mengandung natrium, fosfor dan kalium.

Jika pasien sudah memenuhi prosedur tersebut diatas, selanjutnya akan dilakukan pembuatan akses pada pembuluh darah agar memudahkan saat proses pencucian darah. Biasanya pembuatan akses pembuluh darah ini akan dilakukan oleh dokter bedah khusus vaskuler, ada tiga jenis akses yang biasanya dibuat :

  • Cimino (fistula arteri-vena), ini dibuat untuk menghubungkan pembuluh arteri dan vena.
  • Metode cangkok arteri-vena, metode ini akan dilaksanakan apabila pembuluh milik pasien terlalu kecil.
  • Kateter¬†

Cuci darah dapat dilakukan sebanyak 2 sampai 3 kali dalam seminggu, biasa akan memakan waktu sekitar 3 sampai dengan 4 jam dalam sehari. Selama proses cuci darah, pasien dapat melakukan kegiatan ringan seperti menonton televisi, tidur, membaca, main gadget dengan syarat tetap harus pada posisi berbaring. Semua akan berada dalam pantauan dokter, jika merasa mual atau ingin muntah selama proses diharapkan untuk segera mengatakannya pada tenaga medis.

Biaya yang harus dikeluarkan setiap melakukan cuci darah

Melihat begitu banyaknya persiapan dan tindakan yang dilakukan bagi pasien cuci darah, tentu biaya yang harus dikeluarkan juga tidak sedikit. Besar biaya memang tergantung dengan kebijakan masing-masing rumah sakit dan peralatan medis yang digunakan.

Berikut adalah daftar biaya dibeberapa rumah sakit :

  • Rumah Sakit Kusta Dr. Sitanala, Tangerang

Biaya yang dikenakan bagi pasien cuci darah di rumah sakit ini berkisar Rp 700.000,- hingga Rp 800.000,- per tindakan.

  • Rumah Sakit Ciptomangunkusumo, Jakarta

Biaya di RSCM terbilang cukup tinggi, mereka mematok harga antara Rp 1.000.000,- hingga Rp 11.000.000,- per tindakan.

  • Primaya Hospital, Tangerang

Biaya yang dikenakan kepada pasien berkisar Rp 2.000.000,- hingga Rp 3.000.000,- per tindakan.

  • Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. DR. Sulianti Saroso, Jakarta

Biaya yang dikenakan kepada pasien berkisar Rp 400.000,- hingga Rp 1.500.000,- per tindakan.

Bisakah menggunakan BPJS kesehatan dalam pembayaran cuci darah? Bisa. Namun, jumlah biaya yang di cover oleh BPJS kesehatan juga berbeda tergantung rumah sakit tempat pasien menjalani perawatan. BPJS kesehatan biasanya ada dikisaran Rp 800.000,- hingga Rp 1.000.000,- itupun belum termasuk tindakan pembuatan akses pada pembuluh darah dan pemeriksaan, ada juga biaya tambahan lain yang besarnya mencapai 20 sampai dengan 30 % dari perkiraan.

Melihat besaran biaya cuci darah yang telah dijabarkan diatas, tentu kita tidak mau menderita penyakit ini. Apalagi kebanyakan pasien harus melakukan cuci darah ini seumur hidupnya, jika tidak besar kemungkinan kesehatan mereka akan memburuk seiring semakin tidak berfungsinya ginjal. Karena sejak saat ini, mulailah menjalani kehidupan yang sehat agar terhindar dari penyakit-penyakit beresiko tinggi.

You may also like