Home Perencanaan Begini Tips Untuk Mengumpulkan Dana Pendidikan Anak  

Begini Tips Untuk Mengumpulkan Dana Pendidikan Anak  

by Mas Abadi

Mengatur keuangan keluarga bukan tugas yang mudah, apalagi jika sudah memiliki buah hati. Kamu dan pasangan harus membuat budget bulanan, tabungan darurat, hingga dana pendidikan anak sejak dini. Walau si kecil baru lahir, jangan sampai lengah terhadap pendidikannya. Ingat, biaya pendidikan tidaklah murah. Meski banyak program pendidikan gratis dari pemerintah atau swasta, biaya pendidikan di negara Indonesia masih termasuk lumayan mahal.

Wajar menjadi momok bagi para orang tua. Jika kamu tidak ingin merasa tercekik, segera siapkan dari jauh-jauh hari. Mulailah berpikir bagaimana cara mengumpulkan dana pendidikan anak hingga ke jenjang perguruan tinggi. Sebagai orang tua, kamu harus memiliki pengetahuan tentang manajemen keuangan. Jangan terlalu stres, karena berikut ada beberapa tips yang bisa diterapkan.

Kumpulkan Informasi Tentang Sekolah Tujuan

Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2021 lalu tercatat ada lebih dari 5000 sekolah di Jakarta. Dengan banyaknya pilihan, tentu menjadi tantangan untuk para orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik kepada anaknya. Ada beberapa pertimbanan penting dalam memilih sekolah, baik swasta atau negeri.

Seperti dari aspek kurikulum pendidikan, kelengkapan fasilitas, serta tenaga pengajar di sekolah. Maka dari itu, kamu perlu mencari informasi terkait sistem pendidikan untuk si kecil, dimana mereka dapat memperolehnya, apa perbedaan antara sekolah yang serupa, perkiraan biaya yang akan dikeluarkan hingga lulus, atau bagaimana proses pengajarannya sehari-hari.

Kalau sudah mengumpulkan informasi tersebut, tiba waktunya untuk menentukan sekolah yang tepat. Kemudian mulai buat perencanaan dana pendidikan.  

Merencanakan Anggaran

Jika kamu sudah menentukan pilihan sekolah, maka selanjutnya dapat mencari tahu biaya pendidikan yang harus disiapkan. Hal yang perlu diingat adalah biaya sekolah akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik), inflasi dapat menyebabkan biaya pendidikan naik hingga 15 persen per tahun. Selain itu, sebagian besar sekolah di Indonesia masih menerapkan uang pangkal atau iuran kepada wali murid.

Kalau sudah memiliki gambarangan terkait jumlah dana yang dibutuhkan, kamu dapat mengatur budget. Perhitungan dana yang perlu disiapkan ketika anak mulai sekolah dengan mempertimbangkan kemungkinan peningkatan biaya lain serta inflasi.  Kemudian, mulailah membuat tabungan baru khusus untuk pendidikan anak yang tidak boleh diambil. Kamu dan pasangan juga harus mengatur dan mengawasi finansial keluarga.

Mempersiapkan Anggaran untuk Les

Kamu tentu akan melihat perkembangan bakat si kecil yang beranjak besar. Baik itu di bidang olahraga, kesenian, dan lain sebagainya. Untuk mengasah bakat tersebut, anak dapat diikutkan dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Maka dari itu siapkan anggaran tambahan untuk biaya les, fasilitas, serta perlengkapan pendukung seperti sepatu, seragam, buku tulis, alat musik, dan sebagainya. 

Selain itu, masih ada biaya tambahan untuk antar jemput dan lain-lain yang perlu dimasukkan dalam perhitungan. Meski belum dapat dihitung secara pasti berapa jumlah pokok, alangkah lebih baik kalau kamu mulai menyisihkan pendapatan ke pos tersebut. Demi masa depan buah hati tercinta juga, kan.

Memilih Produk Keuangan yang Sesuai

Tips selanjutnya untuk mengumpulkan dana pendidikan anak adalah memilih instrumen keuangan yang tepat. Mulai dari tabungan, investasi, hingga asuransi. Nah, apa perbedaannya? Kalau tabungan pendidikan bermanfaat sebagai wadah penyimpanan, dimana dananya dapat dialokasikan sesuai kemampuan finansial keluarga. Atau bisa memanfaatkan program yang tersedia saat ini.

Hanya saja tabungan pendidikan anak lebih tepat digunakan untuk tujuan jangka pendek, sekitar dua sampai lima tahun. Apabila menggunakan metode ini, kamu harus mengalokasikan uang ke bank dan bisa menggunakannya saat dalam kondisi darurat. Kekurangannya adalah tabungan pendidikan tersebut akan terkena inflasi yang meningkat secara signifikan.

Atau kamu dapat menyiapkan dana pendidikan melalui investasi reksadana. Instrumen tersebut termasuk produk pasar modal yang dapat menguntungkan dalam jangka waktu menengah hingga panjang. Untuk para orang tua yang belum memahami dunia investasi, dapat memilih reksadana karena terbilang aman. Reksadana juga unggul karena modalnya terjangkau, tapi memberikan keuntungan atau imbal lebih tinggi dari tabungan biasa. Dari semua produk yang tersedia, coba yang konvensional campuran seperti saham, deposito, dan obligasi.

Sementara untuk asuransi pendidikan biasanya punya unsur investasi atau tabungan dengan jangka waktu lebih lama. Jadi dapat memberikan imbal hasil lebih tinggi dan membantu para orang tua bersiap menghadapi kenaikan biaya pendidikan di Indonesia. Pada umumnya, produk keuangan ini menjadi salah satu cara mengumpulkan dana pendidikan anak sekaligus cara mengatur keuangan yang sehat.  

Mempersiapkan dana pendidikan anak sangat penting dan harus dari sekarang. Meski prosesnya memakan waktu dan tenaga, namun demi si kecil, para orang tua tentu akan memberikan yang terbaik. Jadi, silahkan ikuti tips-tips di atas. Mulai dari mengumpulkan informasi sekolah tujuan, merencanakan anggaran, serta memilih produk keuangan yang sesuai.

 

You may also like