Home keuangan AWAS! Minimal Punya 6 Hal Ini sebelum Ajukan Kredit di Pinjol

AWAS! Minimal Punya 6 Hal Ini sebelum Ajukan Kredit di Pinjol

by admin
Login cekbansos.kemensos.go.id Cara Cek Bansos PKH Mei 2023 dan Besaran Bantuan yang Diterima(UNSPLASH/bady abbas)

EduFinansial – Maraknya perusahaan financial technology lending atau fintech lending belakangan ini memudahkan masyarakat untuk mengajukan pinjaman atau kredit dalam bentuk tunai. Fintech lending sendiri merupakan istilah untuk menyebut layanan pinjaman digital atau pinjaman online atau pinjol. Layanan pinjol sendiri menjadi salah satu cara mudah yang digunakan masyarakat untuk mendapatkan kredit tunai tanpa persyaratan dan proses yang susah.

Namun, sebelum mengajukan kredit ke pinjol sendiri wajib pula untuk memerhatikan beberapa hal. Setidaknya perlu untuk memerhatikan enam hal di bawah ini sebelum mengajukan kredit ke layanan pinjaman online alias pinjol. Sebab, data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa fintech lending bodong alias layanan pinjol ilegal masih menjamur di kalangan masyarakat. Padahal, terang sekali bahwa layanan pinjol ilegal lebih sering memberikan kerugian.

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK sebagai lembaga yang mengawasi segala sektor keuangan, termasuk layanan pinjaman online, sendiri telah memberikan setidaknya enam rambu-rambu bagi calon pengguna pinjol. Hal-hal ini wajib diperhatikan sebelum mengajukan kredit ke layanan pinjaman online.

Pertama, pastikan mengajukan kredit di layanan pinjol berizin OJK

Telah ditulis di atas bahwa layanan pinjaman online bodong alias ilegal atau tidak mendapatkan izin OJK masih bertebaran di masyarakat. Sering mengecoh lewat penampilan yang terkesan seperti layanan pijol resmi, pinjol-pinjol ilegal alias bodong sebenarnya dapat dikenali dengan mudah.

Periksa apakah perusahaan layanan pinjaman online yang ingin Anda tuju memang memiliki alamat yang jelas, tidak memaksa meminta data keseluruhan dari isi ponsel Anda, serta tidak memberikan bunga dan denda yang terlalu melambung tinggi.

Selain itu, cara terampuh lainnya adalah dengan memeriksa izin perusahaan fintech lending bersangkutan di laman resmi OJK atau melalui Kontak OJK 157.

Kedua, jangan kalap!

Kendati mudah dan tanpa persyaratan yang memberatkan, pinjaman online selayaknya digunakan jika dalam keadaan terdesak saja. Pastikan mengajukan kredit digital sesuai kebutuhan produktif. Misalnya, 30% dari penghasilan.

Pinjamlah untuk kebutuhan produktif, bukan konsumtif dan tidak melebihi 30% dari penghasilan agar tidak memberatkan. Pertimbangkan tanggungan atau cicilan lain yang harus dibayar.

Ketiga, lunasi cicilan tepat waktu

Poin kedua juga berhubungan dengan poin ketiga, yaitu lunasi cicilan pinjol tepat waktu. Hal ini bertujuan untuk menghindari denda yang membengkak. Jika Anda tergolong orang yang mudah pelupa, pastikan untuk mengatur pengingat pada hari-hari sebelum jatuh tempo pembayaran.

Keempat, jangan ‘gali lubang tutup lubang’

Istilah “gali lubang tutup lubang” dapat diartikan sebagai menutup utang satu dengan utang lainnya. Imbauan selanjutnya dari OJK sebelum mengajukan kredit digital melalui layanan pinjol adalah untuk tidak melakukan hal demikian.

Jangan membayar pinjaman dengan pinjaman yang baru agar tidak terlilit utang. Kuncinya, jadikan membayar cicilan sebagai prioritas pertama selepas menerima gaji.

Kelima, pahami bunga dan denda pinjol

Jangan terburu-buru memilih layanan pinjol, pastikan Anda telah memahami bunga dan denda yang diberikan oleh layanan pinjaman online terkait. Pelajari dan survei terlebih dahulu tentang bunga dan denda yang ditawarkan.

Pilihkan pinjaman online yang menawarkan bunga dan denda paling rendah. Hal ini bertujuan untuk meringankan cicilan.

Keenam, cermati kontrak perjanjian

Terakhir, OJK mewanti-wanti calon pengguna layanan pinjaman online untuk membaca dengan teliti kontrak perjanjian yang ditawarkan. Ajukan pertanyaan kepada CS pinjaman online jika ada yang belum jelas.***

You may also like