Home keuangan AUTO MISKIN! OJK Laporkan Ribuan Lebih Situs Pinjaman Online Tak Berizin

AUTO MISKIN! OJK Laporkan Ribuan Lebih Situs Pinjaman Online Tak Berizin

by admin
OJK masih laporkan ribuan penyedia layanan pinjaman online (pinjol) ilegal di Mei 2023. (UNSPLASH/Towfiqu barbhuiya)

EduFinansial – Menjadi salah satu solusi ketika membutuhkan dana tunai dengan cepat, pinjaman online (pinjol) ┬ámasih dibayang-bayangi dengan layanan pinjaman online ilegal tak berizin OJK. Dilansir melalui laman resmi Otoritas Jasa Keuangan, hingga Mei 2023, setidaknya terdapat 4.400 layanan pinjaman online ilegal yang telah terlapor. Sejumlah 132 perusahaan bahkan tercatat per tanggal 1 Januari hingga pertengahan Mei 2023 ini. Hal tersebut tentu menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan. Terutama bagi pengguna jasa layanan pinjol sebab OJK selaku pihak berwenang menegaskan tidak memiliki kewenangan terkait layanan pinjaman online ilegal.

Pinjol atau pinjaman online sendiri dikenal pula dengan istilah fintech lending atau peer-to-peer lending, yaitu penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman/lender dengan penerima pinjaman/borrower dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik.

Layanan pinjol memungkinakn pemberi pinjaman melakukan transaksi dengan penerima pinjaman, dalam bentuk uang tunai, hanya dengan menggunakan sistem elektronik. Sistem elektronik yang ramah dijumpai untuk melakukan transaksi kredit dengan pinjaman online di Indonesia sendiri seperti aplikasi baik lewat Android dan/atau iOS maupun laman website. Beberapa misalnya aplikasi Julo, Kredivo, Shopee yang menyediakan SPinjam hingga Lazada dengan layanan kredit digital melalui LazBon. Sementara itu, layanan pinjaman online yang dapat diakses melalui laman website seperti Boost, Koin P2P, pohondana, Mekar, ESTA Kapital Fintek, Kreditpro, Fintag, Taralite, dan sebagainya.

Ribuan pinjol ilegal dilaporkan OJK

Menjadi regulator utama yang mengawasi hingga mengatur layanan fintech lending atau pinjaman online, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan ribuan laporan terkait dengan pinjol ilegal. Berdasarkan data dari OJK, hingga 15 Mei 2023 diketahui terdapat 4.400 layanan pinjol ilegal yang terlapor. Laporan terakhir dimasukkan pada 10 Februari 2023 yaitu Uang Mudah – Pinjam Dana Cepat yang memiliki laman website dan juga aplikasi di Google Play.

Pinjol ilegal sendiri merupakan salah satu bahaya yang mengintai masyarakat. Terutama karena mereka memanfaatkan layanan fintech lending legal hingga OJK untuk menjaring calon korban. Kendati demikian, masyarakat awam dapat terhindar dari layanan pinjaman-pinjaman online ilegal melalui beberapa ciri yang mereka miliki.

Beberapa hal seperti pihak manajerial perusahaan bersangkutan, bunga dan dendan yang diberikan, alamat, akses terhadap data pribadi pengguna, hingga metode penagihan menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Hal yang wajib menjadi perhatian lainnya yaitu modus penipuan pinjol ilegal yang melalui berbagai macam cara. Beberapa modus penipuan yang dilakukan yang telah terlapor misalnya melalui pesan SMS hingga aplikasi WhatsApp (WA), langsung transfer ke rekening pengguna, dan sebagainya. Salah satu modus yang dilakukan oleh pinjol ilegal lainnya yaitu upaya mereka mengelabui calon korban dengan penampilan yang semirip mungkin dengan layanan fintech lending legal dan berizin OJK.

Ciri lain yang diamati oleh calon pengguna dari layanan pinjol ilegal adalah penggambaran fisik perusahaan terkait. Mulai dari alamat kantor yang terkesan ditutupi, pengurus yang tidak memiliki standar pengalaman apapun, cenderung tidak menanyakan kepentingan dana yang dipinjam, meminta atau bahkan memaksa pelanggan memberikan data pribadi mereka, denda dan bunga pinjaman yang terlalu melambung, hingga tidak adanya layanan pengaduan konsumen.

Apa yang harus dilakukan jika saya terjebak pinjol ilegal?

OJK melalui laman resmi mereka menegaskan terus memengaruhi daftar layanan pinjol ilegal yang dapat diperiksa secara berkala melalui laman ojk.go.id. Sehingga, masyarakat awam mampu memeriksa secara langsung daftar layanan pinjol ilegal alias yang tidak berizin OJK demi terhindar dari penipuan.

Namun, apakah yang harus dilakukan jika seseorang terjerat transaksi kredit dengan layanan pinjol ilegal?

Hal tersebut telah disampaikan oleh OJK. Lembaga independen yang berwenang mengatur hingga mengawasi fintech lending di Indonesia tersebut menegaskan tidak memiliki kewenangan dengan transaksi di antara publik dengan layanan pinjaman online ilegal.

Segala mekanisme pinjam meminjam yang dilakukan dan pengaduan pengguna berada di luar kewenangan OJK. Sehingga, risiko penagihan dan penyebarluasan data pribadi tidak menjadi tanggung jawab OJK. Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat dan cerdas dalam melakukan transaksi digital, terutama dengan penyedia layanan pinjaman online.***

You may also like