Home Perencanaan Arti Perencanaan Keuangan buat Pengantin Baru

Arti Perencanaan Keuangan buat Pengantin Baru

by Mas Abadi

Generasi milenial serta generasi Z, sekarang tentunya telah berada di rentang usia antara 20 hingga 40 tahun telah membuat semakin banyak yang akhirnya memutuskan bersama untuk memasuki sebuah tahap baru akan kehidupan dengan menikah.

Setelah disibukan dengan menyiapkan perencanaan untuk melakukan pesta serta resepsi pernikahan, ternyata sesudah melalui proses itu masih ada satu hal yang penting serta perlu untuk dijadikan sebuah prioritas bahasan oleh para  pasangan yang baru saja menikah. 

Salah satu hal yang sangat wajib dibahas pengantin baru adalah bagaimana cara mengatur keuangan dimana mengingat dua jenis dari generasi ini juga telah seringkali berada didalam tekanan ganasnya generasi sandwich.

Seringkali dalam pembahasan mengenai cara mengelola keuangan menjadi terlupakan dan akhirnya hanya dibebankan kepada istri. Padahal, masalah ini seharusnya dibahas bersama sama dengan kedua belah pihak yaitu suami dan istri karena rumah tangga telah dibangun atas kepercayaan di antara dua orang tersebut.

Yang tadinya sebelum melangkah ke jenjang menikah hanya ada pengeluaran-pengeluaran pribadi, sekarang juga harus dapat untuk memikirkan pengeluaran di dalam rumah tangga. Belum lagi nanti pada saat sudah mempunyai anak, harus dapat memperhitungkan juga untuk kebutuhan.

Untuk dapat menghindari konflik yang diakibatkan dari kurangnya perencanaan keuangan bagi para pasangan yang baru menikah, berikut beberapa kiat dalam mengatur hal keuangan dan juga mungkin dapat diterapkan dan dilakukan di kehidupan pribadi.

Pengelolaan Uang Untuk Pengantin Baru

Kiat pertama adalah di dalam mengatur keuangan yang dilakukan bersama pasangan adalah harus menyiapkan keterbukaan dan ini juga telah menjadi faktor yang sangat penting. Pada saat suami serta istri telah duduk bersama dan mulai membahas keuangan yang dimulai dari sumber penghasilan , utang , hingga cicilan pun harus dibeberkan secara transparan kepada pasangan agar nantinya keputusan-keputusan yang terjadi di masa depan bisa diukur sesuai dengan kemampuan serta dapat diambil dengan baik.

Selanjutnya, dengan berbagai macam dari kondisi generasi sandwich yang telah banyak dialami oleh para generasi milenial serta generasi Z, para pasangan pun dapat membicarakan perihal kondisi itu. Apakah salah satunya masih mempunyai tanggungan keluarga diluar keluarga barunya atau bahkan justru keduanya telah mengalami posisi yang sama.

Didalam melakukan sebuah perencanaan keuangan, pada tahap awal ini, pasangan dapat saling mendiskusikan mengenai kapan, berapa, serta darimana uang yang nantinya akan disisihkan sebagian yang dipergunakan untuk membantu orang tua. Generasi sandwich telah mulai ramai di tahun 2014, dimana sebuah generasi yang akhirnya terhimpit di tengah-tengah layaknya roti lapis yang mana harus dapat memenuhi semua kebutuhan orang tua serta anak.

Jika ternyata memang kamu atau pasangan merupakan satu dari golongan generasi ini, maka pasangan harus dapat bersikap dengan tegas untuk menyiapkan daftar prioritas serta dapat membedakan kebutuhan dan keinginan ataupun gaya hidup yang ingin dijalani oleh orang tua. 

Karena penghasilan yang terbatas, perlu untuk diingat bahwa tidak semua dari keinginan orang tua dapat langsung dipenuhi dengan segera kecuali yang sifatnya darurat. Sementara itu, terkait dengan pembahasan akan kebutuhan serta keinginan juga perlu dimasukkan di dalam perencanaan untuk dapat memastikan kondisi keuangan dapat sejalan dengan pola gaya hidup yang ingin kalian dijalani.

Terakhir, kamu dan pasangan dapat menentukan siapa yang akan dan dapat  mengelola keuangan dengan baik atau bagaimana caranya uang akan dikelola. Hal itupun juga tergantung dari kesepakatan yang telah ditempuh dan disepakati bersama. Setelah disepakati, pastinya sudah jelas akan berapa jumlah dari penghasilan serta total pengeluaran untuk setiap bulannya, langkah selanjutnya akhirnya harus kalian lakukan adalah menyusun sebuah anggaran.

Untuk anggaran, tidak disarankan atau tidak perlu untuk mencatat semua hal dan dilakukan secara detail namun catatlah pengeluaran yang besar-besar, misalnya saja  dana yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ataupun dana investasi.

Pengeluaran yang termasuk kecil serta tidak sering, seperti contohnya biaya disarankan untuk anggaran, ada baiknya memiliki dua tujuan keuangan, yaitu yang pertama adalah dana darurat dan dana pensiun dapat dimasukkan ke dalam perencanaan. Terkait dengan dana darurat, untuk saat ini pos tersebut telah menjadi sebuah kewajiban mengingat banyaknya ketidakpastian yang dapat terjadi kapan saja.

Sementara itu untuk dana pensiun, tentunya untuk dapat membantu anak dimasa depan sehingga mereka tidak perlu untuk mengalami rantai akan generasi sandwich yang berulang kali terjadi dari generasi ke generasi. Hal ini disarankan untuk dapat dimulai sesegera mungkin, alangkah lebih baiknya jika sejak awal bekerja agar waktu yang telah dimiliki masih tergolong panjang dikarenakan nominal yang harus dikumpulkan itu memiliki jumlah yang tidak sedikit.

Setelah mengakomodir kebutuhan keduanya, maka tentu nantinya kondisi finansial keluarga akan terasa mudah dan tidak memiliki hambatan yang dapat membuat sebuah pertengkaran yang tidak berarti di dalam membangun sebuah keluarga.

 

You may also like