Home Perencanaan Apakah Indikator Kesehatan Keuangan ?

Apakah Indikator Kesehatan Keuangan ?

by Mas Abadi

Bagaimana keuangan Anda saat ini ? Apakah termasuk dalam kategori sehat secara finansial ? Pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya sampai pada keberhasilan Anda dalam mengatur pengeluaran setiap bulannya, tetapi juga untuk mengindikasi sehat atau tidaknya keuangan Anda selama ini.Jika keuangan tidak sehat maka sulit bagi Anda untuk mencapai tujuan keuangan Anda.

Banyak anggapan bahwa keuangan yang sehat itu berarti pengeluaran tidak lebih besar dari pemasukan. Tentu pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah, justru bisa menjadi indikator yang paling mudah untuk menentukan kondisi kesehatan keuangan Anda.

Tetapi agar lebih jelas lagi untuk mengetahui secara pasti bagaimana keuangan Anda saat ini, kami telah merangkum beberapa indikator untuk mengukur hal tersebut. Di antaranya yaitu :

 1. Rasio Likuiditas

Kejadian-kejadian diluar dugaan adalah hal yang wajar dan bisa terjadi kepada siapa saja. Rasio likuiditas inilah yang akan membantu Anda untuk mengetahui seberapa besar dana darurat yang dimiliki jika mengalami hal-hal yang tidak terduga.

Rasio likuiditas dihitung dengan cara membagi total aset yang Anda miliki dibagi dengan keseluruhan total pengeluara n Anda tiap bulannya. Aset tersebut bisa berupa uang tunai maupun tabungan, emas, deposito dan aset lainnya yang siap digunakan kapan pun.

Contoh perhitungannya : Anda memiliki total aset sebesar Rp 50 juta dan pengeluaran setiap bulan yaitu Rp 5 juta. Maka rasio likuiditas Anda adalah 10 bulan ( Rp 50 juta dibagi Rp 5 juta). Itu berarti, aset likuid yang Anda miliki tersebut bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan selama 10 bulan, di mana tidak ada pemasukan sama sekali.

Dengan perhitungan tersebut, keuangan Anda sudah bisa dikatakan sehat karena keuangan seseorang termasuk sehat jika rasionya minimal 6 kali pengeluaran bulanan.

2. Rasio Tabungan

Menabung adalah hal yang bisa dikatakan wajib dilakukan setiap orang karena penting untuk dijadikan sebagai simpanan di masa depan. Orang-orang yang membiasakan diri menabung akan mencapai financial freedom di masa tua nanti.

Dan salah satu tolak ukur keuangan Anda bisa tergolong sehat yaitu pastikan bahwa Anda memiliki tabungan yang ideal atau cukup. Dengan rasio tabungan, Anda bisa menentukan berapa persentase yang ideal untuk menabung setiap bulannya.

Ditentukan dengan cara membagi keseluruhan tabungan dalam satu tahun dengan jumlah pemasukan tahunan. Semakin besar jumlah tabungan Anda, maka rasionya akan semakin tinggi. Minimal bisa dikatakan sehat jika rasio tabungan Anda sudah menyentuh angka 10 persen.

3. Rasio Kemampuan Membayar Utang

Jika Anda memiliki utang, coba evaluasi apakah beban utang maupun pinjaman Anda masuk akal. Hal tersebut bisa diukur dengan rasio kemampuan membayar utang atau debt to income. 

Sebagai contoh, Anda harus membayar cicilan setiap bulannya sebesar Rp 1,8 juta dengan penghasilan Rp 4 juta per bulan. Dari pembagian keduanya, didapatkan rasio debt to income Anda sekitar 45 persen.

Nilai ideal rasio ini maksimal adalah 35 persen, sehingga jika menurut hasil perhitungan tadi keuangan Anda belum bisa dikategorikan sehat. Beban utang yang tidak ideal bisa diatasi misalnya dengan mengajukan pinjaman baru yang bunganya lebih rendah atau refinancing utang. Selain itu, Anda juga bisa menjual aset atau mencari tambahan penghasilan.

4. Membayar Utang atau Tagihan Tepat Waktu

Indikator berikutnya sangat berkaitan dengan rasio debt to income seseorang. Semakin tinggi rasionya, besar kemungkinan orang tersebut akan mengalami kesulitan dalam membayar utang maupun tagihan secara tepat waktu.

Dan begitu sebaliknya, keuangan seseorang berada dalam kondisi yang sehat jika di dalam ia membayar segala bentuk utang tidak ada kendala atau lancar-lancar saja. Pengukuran ini juga bisa dilihat dari status BI checking-nya karena akan terlihat bagaimana riwayat pembayaran utang dan tagihannya.

Namun pengukuran ini bisa menjadi berbeda-beda karena terkadang prioritas orang untuk membayar utang-utangnya tidak mesti dalam urutan yang sama. Beberapa orang memilih membayar utang karena yang menagih adalah orang terdekat atau mengingat konsekuensi jika tidak tepat waktu dalam membayar.

5. Besaran Pengeluaran Terhadap Pendapatan

Indikator terakhir untuk mengetahui bagaimana kondisi keuangan Anda yaitu dengan mengecek arus kas keuangan Anda. Untuk itu, ada baiknya lakukan pencatatan keuangan secara rutin setiap bulannya agar mudah mengevaluasi arus kas.

Umumnya, keuangan yang sehat yaitu tidak lebih besar pasak daripada tiang. Artinya, pembelanjaan atau pengeluaran Anda tidak melebihi pendapatan setiap bulannya. Jika kondisi keuangan Anda masih belum stabil, cobalah kurangi membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Gaya hidup konsumtif maupun impulsif tidak akan membuat kondisi keuangan Anda sehat.

Nah, itulah kelima indikator yang bisa Anda jadikan tolak ukur untuk mengetahui bagaimana kesehatan keuangan Anda selama ini.

You may also like