Home Pinjaman Apa Saja yang Harus Dipersiapkan Jika Ingin Ajukan KPR?

Apa Saja yang Harus Dipersiapkan Jika Ingin Ajukan KPR?

by Mas Abadi

Sebagaimana yang kita ketahui bila harga properti termasuk rumah setiap tahunnya akan semakin meningkat, sehingga banyak orang yang walaupun ingin membeli tetapi tidak sanggup. 

Kemudian pemerintah memberikan solusi bagi masyarakat yang memang ingin mempunyai hunian pribadi dengan mengeluarkan program pendanaan KPR atau kredit kepemilikan rumah.

Namun, tentunya untuk bisa mendapatkan KPR terdapat persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pembeli. Untuk besaran cicilan dan juga tenornya tergantung di mana kamu mengajukan KPR tersebut. Sebab setiap bank memiliki kebijakan masing-masing mengenai program KPR ini.

Syarat untuk Pengajuan KPR Rumah

Ketika kamu akan melakukan pengajuan KPR tentunya ada persyaratan-persyaratan yang harus kamu penuhi sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh pihak bank. Ini berlaku bagi nasabah yang mengajukan KPR non subsidi maupun subsidi.

  • Fotocopy KTP milik suami istri apabila sudah menikah
  • Fotokopi kartu keluarga
  • Fotocopy slip gaji di 3 bulan terakhir
  • Fotocopy laporan keuangan apabila kamu adalah seorang wiraswasta
  • Fotocopy NPWP pribadi apabila kreditnya diambil lebih dari 100 juta
  • Fotocopy SPT PPh bagi yang mengajukan kredit lebih dari 50 juta
  • Melampirkan fotokopi sertifikat induk atau pecahan apabila kamu membeli rumah tersebut dari developer
  • Melampirkan fotocopy sertifikat AJB perorangan
  • Melampirkan fotocopy IMB

Syarat bagi kamu untuk bisa melakukan pengajuan KPR ke bank, yaitu :

  • Berusia setidaknya 21 tahun dan maksimal berusia 45 tahun
  • Merupakan warga negara Indonesia
  • Memiliki penghasilan tetap dan masa kerja setidaknya 2 tahun

Setelah kamu melengkapi segala persyaratan serta dokumen yang ditentukan maka bank nantinya akan melakukan pemeriksaan dari kelengkapan berkas tersebut. Selain itu akan dilakukan pula pemeriksaan pada BI checking apakah riwayat kreditmu bagus atau tidak.

Kamu harus tahu bahwa kebanyakan pengaju dari KPR ini mengalami kegagalan karena adanya riwayat kredit yang buruk setelah pihak bank melakukan pemeriksaan BI checking. Selama proses berjalan kamu harus mempersiapkan dana untuk biaya-biaya tambahan lain, yaitu : 

  • Biaya penilaian

Ini merupakan biaya yang nantinya akan dibebankan ketika proses pengecekan serta validasi dari dokumen KPR dan rumah sebagai salah satu objek transaksi untuk besaran dari biaya ini juga bervariasi umumnya antara 350 ribu sampai dengan 1 juta.

  • Biaya notaris

Berikutnya adalah biaya notaris biasanya biaya ini akan dibebankan kepada kamu sebagai pembeli atau pemohon dari KPR. Nantinya kamu akan diminta untuk mengurus dokumen-dokumen terkait seperti AJB, pembuatan sertifikat ,akta perjanjian KPR dan lain sebagainya. Untuk besaran biayanya juga bervariasi tergantung pengembang dan bank.

  • Provisi bank

Untuk biaya yang satu ini dapat dianggap sebagai biaya admin yang memang dikenakan oleh pihak bank kepada pemohon atau pembeli ketika melakukan pengajuan KPR dan disetujui. Untuk besaran dari biaya ini sendiri tergantung dengan kebijakan masing-masing bank.

  • Biaya untuk asuransi kebakaran 

Kamu harus tahu bahwa tidak semua bank akan menerapkan biaya yang satu ini. Diadakannya biaya untuk asuransi kebakaran sebenarnya lebih bertujuan untuk mencegah terjadinya gagal bayar ketika kamu sebagai pembeli mengalami kematian sebelum masa kreditnya terakhir.

Tips KPR Cepat Disetujui

  • Melengkapi dokumen

Tips pertama yang harus kamu lakukan supaya KPR kamu bisa cepat disetujui adalah dengan melengkapi semua dokumen yang memang dibutuhkan sesuai ketentuan dari bank. 

Perhatikan secara seksama apa saja yang menjadi poin dan harus ada, selain itu persyaratan dokumen ini juga akan berbeda apabila profesi yang dimiliki berbeda-beda misalnya seperti karyawan, profesional ataupun wirausaha.

  • Mengikuti semua prosedur

Tips berikutnya adalah dengan mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak bank salah satunya adalah melengkapi seluruh dokumen yang diminta sesuai dengan syarat serta ketentuan KPR. Selain itu tentunya akan ada beberapa prosedur lainnya yang perlu kamu ikuti supaya KPR dapat disetujui.

Yaitu adalah wawancara singkat di mana akan dilakukan dengan menelpon dan mempertanyakan beberapa hal terkait kondisi finansial. Biasanya ini tidak hanya dilakukan kepada kamu sebagai pemohon, tetapi juga akan ditanyakan kepada orang-orang yang nomor teleponnya kamu serahkan kepada pihak bank.

  • Memperbaiki riwayat kredit

Memperbaiki riwayat kredit di sini yang dimaksud adalah apabila kamu mempunyai tagihan atau cicilan yang masih belum dilunasi, maka ada baiknya untuk segera menyelesaikannya. Sebab kamu harus tahu jika cicilan-cicilan tersebut belum selesai atau tidak dibayarkan ini akan mempengaruhi riwayat kredit yang kamu miliki.

Karena ketika kamu melakukan pengajuan KPR tentunya pihak bank akan memeriksa bagaimana riwayat kredit kamu melalui BI checking. Apabila ternyata bagus kemungkinan besar pengajuanmu akan disetujui dan berkebalikannya ketika riwayat kreditmu buruk maka tidak bisa melakukan pengajuan KPR

Nah, demikianlah tadi hal-hal yang harus kamu persiapkan sebelum kamu melakukan pengajuan KPR, pastikan jika semua persyaratannya sudah kamu penuhi. Dan selain itu juga ada beberapa tips agar pengajuan KPR yang kamu lakukan dapat disetujui oleh bank.

You may also like