Home Investasi Apa Itu Reksadana Beserta Dengan Keuntungan dan Kerugiannya

Apa Itu Reksadana Beserta Dengan Keuntungan dan Kerugiannya

by Mas Abadi

Jika berdasarkan dengan UU Pasar Modal, reksadana merupakan wadah untuk dipergunakan sebagai penghimpun dari masyarakat yang memberikan modal dan selanjutnya akan diinvestasikan ke dalam portofolio oleh MI (manajer investasi).

Sederhananya, reksadana sangat cocok bagi para investor pemula dan belum memiliki keberanian untuk berinvestasi secara mandiri dikarenakan masih kurangnya pengetahuan mengenai investasi. Walau reksadana dikelola oleh MI, namun Anda sebagai investor pemula dapat memulainya dengan modal yang terjangkau.

Produk Reksadana

Anda harus tahu, bila reksadana dibagi menjadi 2 jenis yaitu syariah dan konvensional. Dimana keduanya memang memiliki karakteristik berbeda dan harus Anda ketahui :

Reksadana Syariah

Reksadana syariah merupakan investasi pada reksadana yang dijalankan sesuai dengan aturan islam atau prinsip syariah. Berikut adalah karakteristiknya :

  • Pengelolaan produk syariah harus terdaftar dalam DES.
  • Adanya proses untuk pembersihan kekayaan, untuk halal serta haram.
  • Diawasi oleh DPS.
  • MI tidak memiliki kewajiban untuk menanggung kerugian walau ikut dalam pengelolaan.
  • Menerapkan pembagian hak keuntungan yang didasari oleh ketentuan dan kesepakatan sesuai syariah islam.

Reksadana Konvensional

Karakteristik dari reksadana konvensional adalah sebagai berikut :

  • MI akan ikut dalam mengelola dan wajib menanggung resiko yang didasari adanya prinsip kerjasama.
  • Bank juga ikut dalam pengelolaannya.
  • Bisa diinvestasikan ke semua efek, misalnya saham, obligasi, deposito dan lainnya.
  • Tidak mempunyai mekanisme pembersihan (cleansing) akan kekayaan mengenai halal atau haram.
  • Diawasi sepenuhnya oleh OJK.
  • Cara pembagian untuk keuntungan yang diterapkan antara pemilik modal dengan MI didasari oleh perkembangan bunga.

Produk-produk yang masuk dalam kategori konvensional, yaitu :

  • Pasar Uang

Investor akan menyetorkan modal untuk investasi sebanyak 100% dan pada jenis investasi surat berharga dengan tempo satu tahun, misalnya SBI, sukuk, deposito berjangka dan obligasi.

Kelebihan :

  • Dapat memberikan sebuah keuntungan yang besar, yakni rata-rata sampai 20% tiap tahun.
  • Modal dimulai dari Rp 100.000,-
  • Investor dapat menarik dana setiap saat dan tidak ada denda.
  • Investor dapat memilih ingin berapa lama, misal 1, 5, hingga 10 hari bahkan lebih.

Kekurangan :

  • Resiko kerugian dapat terjadi, namun tidak besar. Sebab perputaran uang pada pasar uang yang tidak menentu.
  • Sebagai investor, Anda tidak dapat memperoleh nilai dari imbal hasil secara pasti sebab nilainya tergantung perubahan dari suku bunga.
  • Pendapatan Tetap

Investor akan menginvestasikan hingga 80% dari total aset yang Anda miliki, berupa obligasi atau surat hutang.

Kelebihan :

  • Tingkat dari resikonya rendah sampai menengah.
  • Jangka waktu untuk investasi mulai dari 1 – 3 tahun.
  • Modalnya dimulai dari 10 ribu rupiah.
  • Besar imbal hasil adalah 7% – 9% setiap tahun.
  • Dana dari investasinya memiliki sifat likuid.
  • Pencairannya fleksibel.
  • Investor dapat menjual reksadana seharga NAB.
  • Peningkatan diversifikasi akan disalurkan ke beragam jenis instrumen.
  • Diatur dan diawasi oleh OJK.

Kekurangan :

  • Imbal hasilnya rendah bila dibandingkan dengan reksadana campuran atau saham.
  • Resiko dari penurunan nilai penyertaan, sebab dipengaruhi oleh turunnya harga dari surat hutang.
  • Resiko likuiditas, karena menyangkut kesulitan yang disebabkan MI.
  • Dana investor pada instrumen ini tidak dijamin LPS.
  • Saham

Jenis reksadana dimana sebagian besar dialokasikan dan ditempatkan di saham. Minimal yang dialokasikan pada instrumen ini adalah 80%.

Kelebihan :

  • Keuntungan tertinggi hingga 15-20%.
  • Jangka waktu untuk investasi hingga 5 tahun atau lebih.
  • Modalnya dimulai dari 100 ribu rupiah.
  • Keuntungan bersih.
  • Pencairannya fleksibel.
  • Didukung oleh manajer investasi.
  • Diatur dan diawasi oleh OJK.
  • Potensi dari pertumbuhan relative tinggi dan bersifat agresif.

Kekurangan :

  • Resiko tinggi.
  • Resiko likuiditas.
  • Resiko fluktuasi dari nilai investasi.
  • Resiko kekayaan reksadana.
  • Resiko perubahan keadaan politik dan ekonomi.
  • Campuran

Menawarkan kombinasi dari beragam instrument dari mulai saham, obligasi dan pasar uang. Anda hanya menyisihkan sekitar 79% untuk investasi dan jangan lebih dari itu.

Kelebihan :

  • Imbal hasil lebih besar dibandingkan reksadana jenis pendapatan tetap.
  • Return bisa mencapai 15% setahunnya.
  • Lebih aman.
  • Jangka waktu menengah sampai panjang, mulai dari 3 tahun – 5 tahun.

Kekurangan :

  • Keuntungan dan resikonya lebih rendah.
  • Nilai pasar akan berubah.
  • Tidak memiliki jaminan dari pemerintah bila terjadi kerugian.

Sekarang reksadana telah menjadi instrumen investasi dan banyak digandrungi oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Namun, Anda jangan langsung tergoda begitu saja oleh produk reksadana tanpa Anda mengetahui atau mempelajarinya dengan seksama.

Supaya Anda memperoleh investasi secara maksimal, Anda harus memahami masing-masing dari produk yang ada. Baru setelah itu Anda dapat memilih investasi sesuai dengan kemampuan dan finansial.

You may also like