Home Investasi Apa Itu Investor ? Yuk Kenali Pengertian, Jenis, Hingga Manfaatnya di Sini

Apa Itu Investor ? Yuk Kenali Pengertian, Jenis, Hingga Manfaatnya di Sini

by Mas Abadi
pengertian investor

Di zaman yang semakin modern seperti sekarang ini, fenomena investasi mulai marak dilakukan bahkan oleh orang awam sekalipun. Hal ini terjadi akibat dari banyaknya jenis investasi itu sendiri, yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Seiring dengan kondisi ini, tentunya makin banyak pula investor yang ada. Lantas apa pengertian investor ? Simak pada ulasan berikut.

Apa Itu Investor ?

Bagi orang awam yang baru saja mulai menjajal dunia investasi, mungkin ada saja yang bertanya apa perbedaan antara investasi dan investor. Tentunya kedua hal ini mempunyai pengertian yang jauh berbeda, namun tetap saling berkaitan satu sama lain. Pasalnya investasi merupakan kegiatan penanaman modal atau aset.

Sementara investor adalah pelaku dari kegiatan investasi itu sendiri. Sehingga sudah jelas bahwa keduanya memiliki artian berbeda. Lalu bagaimana dengan pemegang saham, apakah investor mempunyai pengertian sama dengan istilah ini ? Memang di zaman modern, antara pemegang saham dan investor terlihat seperti orang yang sama.

Karena keduanya bisa berinvestasi pada saham, dan saham sendiri merupakan cara investasi yang paling umum serta paling banyak dilakukan saat ini. Kendati demikian, investor di sini tidak selalu harus menjadi seorang pemegang saham. Sebab masyarakat pada dasarnya telah melakukan investasi, bahkan sebelum dunia mengenal tentang saham.

Seorang pemegang saham melakukan pembelian dan penjualan saham atas perusahaan yang terdaftar pada bursa efek, dengan strategi terencana guna mendapat keuntungan maksimal. Di sini pemegang saham adalah salah satu bentuk investor yang melakukan investasi pada saham, sementara investor sendiri merupakan istilah yang jauh lebih luas.

Investor adalah orang atau entitas yang melakukan penanaman modal atau sebagai pihak yang meletakkan uangnya ke perusahaan,dengan harapan dapat mendapat pengembalian plus keuntungan di masa depan. Kendaraan investasi seorang investor pun ada banyak, seperti saham, reksadana, ETF, real estate, obligasi, komoditas, dan masih banyak lagi.

Jenis Jenis dari Investor Berdasarkan Profil Risiko

1. Konservatif

Jenis konservatif adalah investor yang umumnya menghindari investasi dengan risiko kerugian tinggi. Sehingga mereka biasanya akan lebih memilih produk investasi yang cenderung aman, meski hasil yang didapat pun tidak begitu besar. Contohnya yaitu mereka yang melakukan investasi pada emas, surat berharga, atau deposito berjangka.

2. Moderat

Moderat atau risk medium merupakan jenis investor yang lebih memilih produk investasi dengan risiko seimbang, dan dapat memberikan keuntungan stabil. Bisa dibilang investasi yang mereka lakukan mendatangkan keuntungan cukup besar dengan risiko sedang, contohnya investor di obligasi atau reksadana pendapatan tetap.

3. Agresif

Investor dengan profil agresif berani mengambil risiko besar, bahkan mereka biasanya tidak takut kehilangan uang investasi miliknya. Sehingga produk investasi yang dipilih pun mempunyai potensi mendatangkan untung besar, seperti investasi properti, saham, maupun valas. Intinya semakin tinggi keuntungan yang diperoleh, maka akan semakin tinggi pula risiko kerugiannya.

Baca Artikel Selanjutnya : Mengenal Pengertian, Jenis Hingga Contoh Obligasi, Pemula Wajib Tahu

Jenis Jenis dari Investor Berdasarkan Bentuknya

pengertian investor

1. Investor Pasif

Terdapat investor pasif dan aktif bila dilihat dari jenis jenis investor berdasarkan bentuknya, atau masing masing target dan metode investasi mereka. Untuk investor pasif merupakan mereka yang melakukan investasi secara pasif, yaitu dapat diartikan sebagai strategi yang menargetkan keuntungan besar dalam jangka waktu panjang namun menekan biaya jual dan beli level minimum.

Jadi para investor pasif ini tidak menargetkan keuntungan dengan cepat secara khusus, namun tidak juga berkeinginan menjadi kaya hanya dalam satu kali investasi. Sebaliknya, para investor pasif membangun kekayaannya dengan perlahan dari waktu ke waktu. Sehingga mereka sering membatasi jumlah dana yang dikeluarkan dalam berinvestasi.

2. Investor Aktif

Berbanding terbalik dengan investor pasif yang cenderung membatasi jumlah dana yang mereka keluarkan, investor aktif melibatkan kegiatan investasi secara terus menerus. Mereka juga aktif dalam memantau aktivitas dan performa investasi yang dilakukan, agar suatu waktu dapat memanfaatkan kondisi yang menguntungkan.

Baik investor pasif dan aktif tentu bisa sama sama menguntungkan, tergantung dari tujuan awal anda dalam berinvestasi. Hal ini juga akan sangat berkaitan dengan karakteristik yang anda miliki. Jika anda ingin menjadikan kegiatan investasi ini sebagai pendapatan utama, maka menjadi investor aktif tentu lebih cocok.

Manfaat Menjadi Investor

1. Melindungi Keuangan dari Inflasi

Di beberapa negara berkembang termasuk Indonesia, tiap tahunnya akan mengalami kecenderungan terjadi inflasi. Oleh karena itu menjadi seorang investor bisa menjadi salah satu cara untuk melindungi keuangan anda dari inflasi ini, alih alih hanya menabung. Pasalnya hanya menabung malah membuat nilai uang anda melemah karena inflasi.

2. Meningkatkan Aset dan Memenuhi Kebutuhan di Kemudian Hari

Manfaat utama menjadi investor yaitu memperoleh keuntungan, sehingga kegiatan investasi dilakukan bisa meningkatkan aset yang dimiliki. Di samping itu, ini merupakan cara cerdas untuk menabung. Karena aset yang anda tanamkan bisa semakin besar nilainya, dan di kemudian hari dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

Setelah mengetahui pengertian investor, hingga jenis jenis dan manfaatnya. Tentunya bisa membuat anda semakin yakin untuk mulai menjadi investor, dan terjun ke bidang investasi. Meski begitu, sebagai pemula sebaiknya anda mulai sebagai investor pasif yang konservatif untuk meminimalisir risiko kerugian yang ada.

You may also like