Home Perencanaan Apa itu Disposable Income?

Apa itu Disposable Income?

by Mas Abadi

Pernahkah kamu mendengar istilah disposable income ? Mungkin istilah tersebut masih asing untuk sebagian orang. Nah untuk itu kami akan menjelaskan apa itu disposable income atau pendapatan sekali pakai. Yuk simak agar kamu semakin jago mengatur keuanganmu !

Disposable income bisa dibilang adalah sisa dari pendapatan yang kamu peroleh tiap tahunnya setelah digunakan untuk membayar kewajiban. Kewajiban yang dimaksud adalah pembayaran pajak langsung seperti pajak kendaraan bermotor, pajak penghasilan (PPh) serta pajak bumi dan bangunan (PBB). Sedangkan untuk pajak tidak langsung seperti pajak pertambahan nilai (PPN) yang sering kamu bayarkan ketika makan di restoran, tidak termasuk dalam pendapatan sekali pakai atau disposable income. 

Apa saja yang termasuk disposable income ? 

  • Biaya cicilan contoh KPR, kendaraan bermotor, dan lain-lain
  • Asuransi kesehatan seperti BPJS
  • Investasi
  • Memenuhi kebutuhan sehari-hari
  • Tabungan dana pensiun

Namun sisa pendapatan tersebut tidak semua bisa disebut sebagai disposable income tetapi juga discretionary income yakni sisa pendapatan yang dialokasikan untuk hiburan. Misalnya digunakan untuk berlibur, makan di luar dan keperluan pribadi lainnya. 

Disposable income bisa memengaruhi perekonomian di suatu negara. Mengapa demikian ? Karena jika besaran disposable income terus meningkat maka daya beli masyarakat cenderung semakin tinggi. Perputaran uang pada skala bisnis pun terus berkembang dan pengangguran menurun. Dengan begitu, kondisi ekonomi di negara tersebut menjadi lebih baik dari sebelumnya. Selain itu, ada beberapa fungsi lainnya yaitu sebagai berikut :

  • Menentukan Kebijakan Perusahaan 

Jika disposable income mengalami peningkatan maka daya beli masyarakat semakin tinggi sehingga hal ini akan memengaruhi kebijakan perusahaan. Misalkan menambah bahan baku, alat-alat, tenaga kerja serta berekspansi karena permintaan yang terus meningkat. 

  • Menjadi Tolak Ukur Kesehatan Finansial Seseorang

Dengan memperhitungkan disposable income maka akan terlihat bagaiman kondisi keuangan setiap orang, apakah termasuk sehat atau tidak. Kondisi finansial yang sehat berarti pendapatan yang dimiliki cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan, menyisihkan tabungan dan pengeluaran darurat. 

Ada beberapa faktor yang bisa berpengaruh pada disposable income yaitu besaran pajak dan pendapatan masyarakat. Jika tarif pajak diturunkan oleh pemerintah maka disposable income bisa meningkat. Karena masyarakat kemungkinan besar akan membelanjakan uangnya dengan nominal lebih besar untuk memenuhi kebutuhan di luar pembayaran pajak.

Selain besaran pajak,  nominal pendapatan masyarakat juga bisa memengaruhi disposable income. Akan tetapi jika ekonomi negara sudah baik, pendapatan setiap rumah tangga cenderung meningkat. Hal tersebut juga akan menimbulkan perbaikan pada kenaikan gaji dan prospek pekerjaan. Berbagai sektor bisnis pun akan memperoleh laba yang lebih banyak dan memungkinkan mereka untuk berbagi dividen ke masyarakat. 

Lalu bagaimana sih cara menghitung disposable income ? Berikut perhitungannya :

Disposable income atau pendapatan sekali pakai = pendapatan tahunan kotor – pajak langsung (PPh, PBB, Pajak Kendaraan dan lain-lain).

Pendapatan tahunan kotor tidak hanya diperoleh dari gaji tetap namun bisa juga dari hasil investasi, bisnis dan pendapatan lainnya. 

Contohnya :

Total pendapatan Pak Anto dalam setahun yaitu Rp 90 juta. Dan sebesar 30% dari pendapatannya digunakan untuk membayar pajak. Besaran pajak yang harus dibayarkan yaitu 30% x Rp 90 juta = Rp 27 juta.

Maka disposable income Pak Anto = Rp 90 juta – Rp 27 juta = Rp 63 juta. Dengan begitu, Pak Anto akan menggunakan uang sebesar Rp 63 juta untuk mencukupi keperluan sehari-hari atau diinvestasikan.

Disposable income atau pendapatan sekali pakai sangat penting untuk dijadikan tolak ukur bagaimana konsumsi dan daya beli masyarakat. Nah, pengeluaran masyarakat tersebut akan memberikan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) hingga mencapai 50 persen lebih.

Saat ini di Indonesia, disposable income semakin meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, permintaan barang maupun jasa juga diharapkan semakin meningkat sehingga tingkat produksi semakin tinggi dan banyak perekrutan tenaga kerja. Melihat pentingnya disposable income maka diperlukan pengelolaan yang baik. Ada beberapa tips untuk bisa mengelola disposable income yaitu sebagai berikut :

  1. Susunlah prioritas pada pengeluaran

Kamu bisa membuat daftar prioritas setiap bulannya untuk mencari tahu apa saja yang menjadi kebutuhan pokok dan keperluan di luar itu. Dengan begitu, kamu bisa mendahulukan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan pokok sebelum menggunakannya untuk hal-hal lainnya yang tidak begitu penting. 

  1. Mengelola anggaran 

Anggaran disposable income harus dikelola dengan baik namun tetap tergantung dengan bagaimana gaya hidup masing-masing orang. Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya jika gaya hidupmu menyesuaikan pendapatan yang kamu miliki agar disposable income bisa terkelola dengan tepat.

Itulah tadi yang bisa kami jelaskan tentang disposable income. Semoga dengan membaca artikel ini, pengetahuanmu tentang disposable income bertambah.

You may also like