Home Investasi 7 Cara Belajar Saham Bagi Pemula Agar Lekas Untung

7 Cara Belajar Saham Bagi Pemula Agar Lekas Untung

by Mas Abadi
belajar saham

Bagi anda yang baru mengenal dunia investasi mungkin takut untuk melangkah lebih jauh. Khawatir kalau saham yang anda tanam justru membawa kerugian, atau tiba-tiba perusahaan gulung tikar. Itulah mengapa sebagai pemula harus paham terlebih dahulu seluk beluk tentang investasi. Anda perlu belajar saham lebih detail, berikut ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Main Investasi Lebih Mudah untuk Pemula

1. Pahami Dulu Tentang Investasi

Memang bermain saham saat ini seolah menjadi tren di masyarakat. Hal ini karena sebagian besar orang sudah mulai berpikir tentang investasi masa depan. Kalau tidak dimulai sekarang khawatir kelabakan suatu saat nanti. Maka dari itu, orang berlomba-lomba untuk menanam saham di beberapa perusahaan. Apalagi kini tak perlu dana besar untuk memulai investasi.

Masalahnya banyak orang yang buru-buru terjun dan ingin segera untung. Tanpa memahami terlebih dulu esensi sebenarnya dari investasi. Bukannya mendapatkan untung justru kerugian terus menerus, lalu berujung malas untuk mendalami lagi. Padahal sebelum berinvestasi penting untuk tahu strategi, cara bermain, serta membaca peluang.

2. Pilih Sekuritas dengan Biaya Transaksi Kecil

Dalam investasi saham, anda akan diminta membuka rekening efek yang difasilitasi oleh perusahaan sekuritas. Rekening efek ini digunakan investor untuk top-up sejumlah dana. Rekening tersebut berfungsi sebagai e-money, yang digunakan untuk membeli saham-saham. Sedangkan biaya transaksi ialah biaya pembelian dan penjualan saham.

Biaya transaksi inilah yang menjadi profit dari perusahaan broker yang terlibat. Agar anda mendapat untung besar, tentu pilih perusahaan dengan biaya sekuritas murah. Namun tetap berhati-hati, karena biaya ini mempengaruhi kualitas pelayanan dan aplikasinya. Jadi anda perlu memilah perusahaan mana yang menguntungkan dalam jangka panjang.

3. Pilih Saham yang Terdaftar di BEI

Pemula biasanya bingung menentukan perusahaan mana yang harus dipilih. Maklum masih awam dan belum berpengalaman soal investasi saham. Maka solusinya pilih saham yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Karena jelas saham yang dipajang dalam daftar tersebut sudah terseleksi. Tinggal pilih saham mana yang sekiranya berpeluang tinggi.

4. Beli Saham Milik Perbankan atau Consumer Goods

Perlu anda ingat bahwa saham bersifat fluktuatif, artinya bisa naik turun setiap waktu. Maka disarankan membeli saham dari perbankan, atau perusahaan consumer goods. Keduanya merupakan perusahaan dengan transaksi sederhana, dan memproduksi barang yang selalu dibutuhkan masyarakat. Sehingga pergerakan sahamnya cenderung stabil, jarang terjadi kerugian.

Pilihan yang sangat bijak bila anda menerapkan cara ini, sebagai pengalaman bermain saham pertama kali. Hal tersebut karena perbankan dan perusahaan consumer goods bisa mencetak laba signifikan setiap tahunnya. Sekalipun tiba-tiba harga saham menurun, masalahnya tidak akan berlarut lama.

Baca Artikel Selanjutnya : Agar Tak Rugi, Kenali Dulu Cara Buka Rekening Deposito BCA

5. Beli Saham Ketika Harga Turun

belajar saham

Cara beli saham seperti ini sering dilakukan oleh para pemula, guna mendapat keuntungan dalam waktu singkat. Walaupun sebenarnya metode ini bisa benar atau salah, karena harga saham akan kembali naik. Sehingga anda harus benar-benar bijak dalam mengambil keputusan. Selain itu, jangan sama ratakan metode ini ke setiap harga saham turun.

6. Beli Saham yang Track Finansialnya Baik

Sebelum membeli saham, ada baiknya mempelajari dulu portofolio dari setiap perusahaan. Perlu anda perhatikan terkait laporan keuangannya, baik bulanan maupun tahunan. Anda juga bisa melihat dari peningkatan profit dari waktu ke waktu. Kalau kondisi finansial perusahaan baik, otomatis bisa menekan kerugian hasil investasi.

7. Pilih Jenis Investasi Jangka Panjang

Jika anda punya impian hidup nyaman di masa depan, maka perlu melakukan investasi jangka panjang. Keuntungannya anda mendapatkan resiko yang lebih rendah, asalkan pilih perusahaan yang tepat. Selain itu anda bisa menabung untuk keperluan setidaknya 10-15 tahun lagi.

Keuntungan Belajar Investasi Sejak Dini

1. Tidak Terjebak

Sering kali pemula kebingungan bila sudah terjun ke dunia investasi, belum lagi harus bersaing dengan investor kelas kakap. Secara tak langsung nyali menciut dan kurang berani melakukan lompatan. Itulah mengapa pentingnya mengetahui saham secara rinci, agar saat diaplikasikan memahami betul kondisi lapang dan bisa membaca lawan.

2. Tahu Saham yang Dipilih

Nantinya anda akan menjumpai beragam perusahaan yang menawarkan investasi terbuka. Bahkan ada yang obral harga saham sangat murah untuk menarik perhatian trader baru. Tanpa pikir panjang anda memilihnya, padahal belum melihat latar belakang perusahaan. Lain cerita kalau belajar lebih dulu, pasti sudah tahu akan menanam saham di sektor apa.

3. Punya Rencana Masa Depan

Dengan mempelajari saham lebih dulu, anda tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Sehingga dapat memperkirakan dalam interval waktu tersebut anda bisa mendapatkan keuntungan. Jadi punya tabungan untuk biaya sekolah, kursus, beli rumah, ataupun menikah.

Belajar saham memang penting untuk anda yang merencanakan investasi. Sehingga tidak lagi kelabakan ketika bersaing dengan para investor handal. Disamping itu anda tak mudah terpengaruh dengan iming-iming harga saham murah, tanpa menengok lebih dulu terkait background perusahaan. Oleh karenanya peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.

You may also like