Home Pinjaman 5 Tahapan Mengajukan KPR Agar Disetujui

5 Tahapan Mengajukan KPR Agar Disetujui

by Mas Abadi
KPR disetujui

Untuk Anda yang sedang mencari dan menginkan rumah idaman, maka langkah yang bisa dilakukan dengan mengajukan proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Proses ini sebagai langkah untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan rumah impian dan memberikan banyak keuntungan yang akan didapatkan nantinya. 

Pada dasarnya KPR termasuk yang menguntungkan untuk didapatkan, namun kenyataannya untuk melakukan proses pengajuan KPR sendiri sangat sulit untuk dilakukan. Hal inilah yang harus Anda perhatikan agar tidak salah dalam melakukannya dan semua proses yang ada langsung disetujui oleh pihak Bank. Bagaimana proses pengajuannya? Simak penjelasannya. 

Pengajuan KPR 

1. Melengkapi Dokumen 

Hal pertama kali untuk bisa mendapatkan KPR adalah melengkapi beberapa dokumen penting sebagai bagian utama agar semua prosesnya dapat disetujui. Semuanya harus sudah lengkap dan sesuai ketentuan, tidak ada yang salah dan proses dokumen yang ada harus lengkap semuanya secara menyeluruh. 

Apabila beberapa dokumen yang sudah ada dan diajukan, namun ada tetap ada yang kurang, maka semua prosesnya akan mengalami kegagalan. Pihak Bank akan menolak dan tidak akan melanjutkan semuanya prosesnya, paling sering ditemui adalah permasalahan fotokopi pada rekening korannya tersebut. 

Untuk karyawan biasanya diminta untuk menyertakan slip gaji dan keterangan tempat bekerja, selain itu untuk pengusaha harus melakukan proses laporan keuangannya. Terpenting dan tidak kalah adalah harus menyertakan KTP, KK, NPWP, dan ijazah terakhir. Semuanya harus Anda berikan secara menyeluruh agar tidak mengalami permasalahan. 

2. Masuk Usia Produktif

Untuk Anda yang ingin proses KPR disetujui oleh pihak bank, salah satu syaratnya adalah harus sudah memasuki usia produktif. Keadaan satu ini sangat penting untuk diperhatikan agar bisa memahami semuanya secara menyeluruh. Apabila Anda belum cukup umur dan lewat dari usia produktif, maka otomatis tidak akan disetujui dalam proses pengajuannya. 

Hal ini untuk mempertimbangkan keadaan dan kondisi ketika sudah melakukan tahapan cicilan atau kegiatan KPR nantinya. Apabila tidak dipahami secara menyeluruh, maka membuat semuanya akan sulit untuk dapat diperhitungkan dengan jelas. Oleh karena itu, tahapan satu ini harus benar-benar bisa dilihat dan dipahami dengan sangat jelas. 

Pastikan ketika Anda hendak untuk mengajukan proses tersebut, umur atau usia Anda sudah memasuki dan tidak terlewat dari masa produktifnya. 

3. BI Checking 

Jika Anda mengalami permasalahan pada perbankan, mulai dari menunggak hutang dan cicilan yang terlambat, maka pihak bank tidak akan menyetujui untuk melakukan proses KPR. semuanya harus Anda pastikan baik dan memiliki catatan yang baik dimata bank. Jangan sampai Anda mengalami permasalahan dan kesulitan untuk mengajukan tahapan cicilannya. 

Apabila Anda sedang menjalankan program cicilan, lebih baik untuk memastikan semua keadaannya baik-baik saja dan tidak ada permasalahan yang terjadi. Hindari untuk kabur dan membuat catatan buruk, karena berpengaruh pada keadaan yang ada dan membuat semuanya mengalami kesulitan yang lebih besar kedepannya. 

Tahapan satu ini harus benar-benar bisa Anda pahami dengan sangat jelas, sehingga setiap ada BI Checking Anda sudah selesai melakukan semuanya. BI Checking harus bersih agar proses untuk mengajukan KPR akan dengan mudah disetujui. Dengan begitu, impian Anda untuk membeli rumah akan segera tercapai, jika tidak ada catatan buruk.

4. Melihat Kemampuan Membayar

Pihak bank akan melihat semuanya secara menyeluruh, karena proses KPR tersebut membutuhkan waktu yang lama, sehingga selama dalam perjalanannya diharapkan tidak menimbulkan permasalahan. Kemampuan membayar ini pihak bank telah mematok nilai sebesar 30 persen sampai 40 persen. 

Semuanya harus dilihat dengan jelas dan jangan sampai ada permasalahan yang akan terjadi, sehingga ketika sudah disetujui untuk melakukan KPR tidak ada persoalan lagi. Tahapan satu ini memang harus benar-benar bisa dilihat dengan jelas dan jangan sampai Anda memutuskan KPR, tetapi tidak memenuhi kebutuhan setiap bulannya untuk membayar cicilan. 

Hal ini memang benar-benar dilihat oleh pihak bank, karena kebutuhannya yang jangka panjang. Selain itu juga, Bank juga memastikan mempunyai tabungan yang cukup dan sesuai dengan persyaratan, tentu keadaan tersebut akan memberikan banyak keuntungan. Oleh karena itu, apabila Anda ingin KPR pastikan memiliki tabungan dan penghasilan tetap. 

5. Mempersiapkan DP Rumah 

Ketika memutuskan untuk KPR, tindakan berikutnya yang juga harus Anda pastikan mempunyai dan mempersiapkan DP untuk membeli rumah tersebut. Apabila Anda mengajukan dalam nominal DP yang besar, maka proses untuk persetujuan kredit pemilikan rumah (KPR) akan jauh lebih mudah dan segera terpenuhi. 

Semakin besar Down Payment (DP) yang Anda berikan, maka proses untuk membeli rumah akan lebih ringan dan tidak mengalami permasalahan yang berarti. 

 

Bagaimana sudah mempersiapkan untuk proses pengajuan KPR? Pastikan Anda sudah mempertimbangkan semuanya dan sanggup untuk membayar cicilan setiap bulannya. 

You may also like